
Kondisi Jalanan Kota Kudus Saat Malam Pergantian Tahun
Pada malam 31 Desember 2025, jalanan Kota Kudus terlihat sepi menjelang pergantian tahun. Hanya lalu-lalang kendaraan yang terlihat di sekitar kota. Nyaris tidak ada warga yang berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu menjelang pergantian tahun. Sejumlah pedagang kaki lima yang menjajakan dagangan di sekitar Alun-Alun Simpang Tujuh duduk termenung menunggu pembeli datang. Di saat yang sama, hujan yang mengguyur sejak siang hari tak kunjung reda.
Namun sejak pukul 20.30 WIB, kondisi mulai berubah. Hujan mulai reda dan deru kendaraan mulai memadati sekitar alun-alun. Jalan dr Ramelan yang ada di sisi selatan alun-alun ditutup, warga mulai memadatinya. Di sepanjang jalan ini terdapat lapak pedagang kaki lima karena memang tengah digelar car free night (CFN) pada malam pergantian tahun.
Gelombang kedatangan warga untuk datang ke jantung Kota Kudus ini mencapai puncaknya pada pukul 22.00. Saat inilah Alun-Alun Simpang Tuju padat oleh ribuan orang yang berlalu-lalang. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan dr Ramelan. Sementara di Jalan Ahmad Yani, yang membentang dari alun-alun menuju ke arah selatan, telah penuh oleh kendaraan.
Sejumlah aparat TNI dan Polisi berjaga dan berkeliling di tengah kerumunan warga. Ini dilakukan untuk memastikan malam pergantian tahun di Kota Kudus berlangsung aman tanpa ada peristiwa kriminal.
Pengalaman Ivana Zaskia Saat Merayakan Malam Pergantian Tahun
Salah satu warga yang datang ke kawasan alun-alun adalah Ivana Zaskia. Bersama dengan empat kawan perempuannya, dara asal Kabupaten Pati ini tidak ingin melewatkan malam pergantian tahun begitu saja. Dia memilih bertandang ke kabupaten tetangga karena menurutnya lebih menarik dan ramai.
“Ini ke sini cuma mau lihat-lihat saja. Kebetulan banyak penjaja makanan,” kata Ivana.
Ivana bersama kawan-kawannya tersebut hendak menghabiskan waktu pergantian tahun dengan berkeliling di kawasan alun-alun sembari menikmati keramaian CFN yang digelar di Jalan dr Ramelan. Di sinilah dia merasa terpikat karena banyak pilihan jajanan kuliner yang bisa disantap.
“Ini jalan-jalan dulu lihat-lihat, nanti mau beli minuman kopi untuk dinikmati bersama teman-teman,” kata Ivana.
Kondisi Alun-Alun Simpang Tujuh Tanpa Hiburan
Di tengah Alun-Alun Simpang Tujuh tidak ada panggung hiburan. Lapangan berumput yang acap menjadi tempat konser ini tak ada hingar-bingar dan gemerlap. Kondisinya becek karena seharian diguyur hujan. Meski tak ada hiburan, Ivana tidak merasa kecewa. Baginya, keluar di malam pergantian tahun dan bisa melihat aktivitas ribuan orang sudah merupakan pengalaman yang cukup seru baginya.
Peninjauan Bupati dan Kapolres
Di saat yang sama, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris didampingi oleh Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo dan Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Alan Andirasie keliling di kawasan alun-alun, Jalan dr Ramelan, dan Jalan Ahmad Yani. Mereka ingin memastikan keamanan dan kenyamanan untuk warga yang menghabiskan waktu saat malam pergantian tahun.
“Sejak tadi diguyur hujan, dan ini sudah reda. Masyarakat saya amati semakin lama semakin bertambah,” kata Sam’ani.
Meski demikian, dia tetap mengimbau agar warga tidak menyalakan petasan atau kembang api. Namun di saat yang sama juga terdengar sayup-sayup letusan kembang api di langit Kudus. Apa pun itu, Sam’ani tetap berharap malam pergantian tahun di Kudus berjalan lancar tanpa ada kendala.
“Kemudian dengan adanya CFN ini harapannya ekonomi di Kudus tumbuh. Untuk tahun 2026 mari bersama-sama lakukan yang terbaik,” katanya.
Pengamanan Aparat Gabungan
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, saat malam pergantian tahun ini terdapat 430 aparat gabungan baik dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan yang berjaga. Mereka disebar di sejumlah titik demi menjamin keamanan warga. Pengamanan juga dilakukan di 17 gereja saat malam pergantian tahun, sebab masih terdapat umat Kristiani yang masih menjalankan rangkaian ibadah Natal.
“Masih ada jemaat sebanyak 4.356 orang yang beribadah di gereja,” kata Heru.
Aparat gabungan ini juga disebar ke sejumlah titik di Kabupaten Kudus. Titik-titik yang dipilih untuk pengamanan merupakan tempat berkumpulnya warga. Misalnya di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus dan sekitarnya, Balai Jagong, dan sejumlah tempat wisata dan kafe yang banyak dikunjungi warga.
“Kami mengimbau kepada warga Kudus yang sedang merayakan malam pergantian tahun agar tertib,” katanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar