Ribuan warga hadiri pengajian Gus Aldi dan Ustad Hasan Wahyudi

Ribuan warga hadiri pengajian Gus Aldi dan Ustad Hasan Wahyudi

Pengajian Akbar di Blok Kedungkilayu Menarik Ribuan Jemaah

Pada Rabu malam, 10 Desember 2025, suasana kebatinan dan keimanan terasa sangat kental di Blok Kedungkilayu, Desa Temiyangsari, Kabupaten Indramayu. Ribuan warga dari berbagai penjuru desa dan kecamatan tetangga memadati lokasi pengajian akbar sekaligus sholawatan yang menghadirkan dua penceramah kondang, yaitu Gus Aldi dan Ustad Hasan Wahyudi.

Acara yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB digelar di lapangan terbuka Blok Kedungkilayu. Panitia setempat menyediakan tenda besar, sound system berkekuatan tinggi, serta ratusan tikar agar jemaah nyaman mengikuti rangkaian acara hingga selesai menjelang tengah malam.

Gus Aldi, putra dari ulama kharismatik asal Cirebon yang dikenal dengan gaya ceramah santai namun penuh makna, menjadi magnet utama malam itu. Kehadirannya selalu ditunggu masyarakat Indramayu bagian timur karena tutur katanya yang mudah dicerna semua kalangan.

Sementara itu, Ustad Hasan Wahyudi yang terkenal dengan suara merdu dan bacaan sholawatnya yang menyejukkan hati, berhasil membuat suasana semakin khusyuk. Jemaah yang hadir, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia, larut dalam irama sholawat Nabi yang dibawakan secara bergantian oleh kedua tokoh tersebut.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan majelis sholawat di Desa Temiyangsari yang kali ini ditingkatkan levelnya dengan mengundang dua penceramah sekaligus. “Alhamdulillah antusiasme masyarakat luar biasa, bahkan banyak yang datang dari Kecamatan Lohbener dan Jatitujuh,” ujar Ketua Panitia, H. Maman, kepada wartawan di sela acara.

Dalam ceramahnya, Gus Aldi menekankan pentingnya menjaga akhlak dan tali silaturahmi di tengah tahun politik tingkat desa yang sedang hangat. “Pilkada, pilwu, apapun itu, jangan sampai memutus tali persaudaraan. Kita satu kampung, satu desa, satu kecamatan, tetap harus rukun,” pesannya disambut takbir jemaah.

Ustad Hasan Wahyudi dalam kesempatan yang sama mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak sholawat sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus penyejuk hati di tengah kerasnya kehidupan. “Sholawat itu obat hati, obat resah, obat galau. Mari kita perbanyak,” ungkapnya sembari memandu sholawat Badar dan Thibbil Qulub.

Keamanan dan ketertiban acara dijaga oleh anggota Koramil Kandanghaur dan Polsek setempat bersama linmas desa. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga dialihkan sementara agar tidak terjadi kemacetan mengingat jumlah kendaraan yang membludak.

Meski digelar hingga larut malam, antusiasme jemaah tidak surut. Bahkan, saat acara usai, ratusan warga masih berebut bersalaman dan berswafoto dengan Gus Aldi serta Ustad Hasan Wahyudi sebagai kenang-kenangan.

Pengajian akbar ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, khususnya warga Kabupaten Indramayu, serta agar pilwu serentak di berbagai desa berjalan damai dan melahirkan pemimpin yang amanah.

Warga pun berharap agenda serupa dapat rutin digelar kembali di masa mendatang.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan