Rifky, Korban Preman Saat Liputan Dianugerahi Wartawan Tangguh oleh Dewan Pers

Perjalanan Seorang Wartawan yang Berani dan Berprestasi

Muhammad Rifky Juliana, seorang wartawan dari Tribunbanten.com, telah melalui perjalanan yang tidak mudah sebagai seorang jurnalis. Pada 21 Agustus 2025, ia menjadi korban pengeroyokan oleh pihak PT Genesis Regeneration Smelting saat sedang meliput penyegelan perusahaan tersebut oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kejadian ini menjadi salah satu momen penting dalam kariernya, yang akhirnya membawanya meraih penghargaan sebagai wartawan tangguh dari Dewan Pers.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Malam Puncak Anugerah Dewan Pers 2025 yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (10/12/2025). Acara ini menjadi ajang apresiasi tertinggi bagi para insan pers yang berkontribusi besar dalam menjaga kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima penghargaan. Ia menekankan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi terhadap dedikasi para jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi. "Anda semua adalah inspirasi bagi kami dan juga sumber motivasi. Teruslah berkarya dan teruslah menjadi mata, telinga, serta hati nurani publik," ujarnya dalam sambutannya.

Komaruddin juga menegaskan komitmen Dewan Pers untuk memastikan kebebasan pers tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab dan kepatuhan pada Kode Etik Jurnalistik. "Marilah kita jadikan momen ini sebagai penegasan kembali komitmen bersama kita untuk menjaga ekosistem pers yang sehat, adil, dan bermartabat," tambahnya.

Proses Pemilihan Penerima Penghargaan

Proses pemilihan penerima penghargaan dilakukan melalui musyawarah sembilan anggota Dewan Pers pada awal Oktober 2025 dan rembuk bersama konstituen Dewan Pers. Selain Muhammad Rifky Juliana, Dewan Pers juga memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh penting. Antara lain, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang dianugerahi sebagai Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian, serta mendiang Jakob Oetama sebagai Tokoh Pers.

Ketua Informasi dan Komunikasi Dewan Pers, Maha Eka Swasta, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan. "Selamat kepada tiga peraih penghargaan Anugerah Dewan Pers 2025. Semoga penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kerja-kerja jurnalistik, kemanusiaan, dan perdamaian adalah satu nafas yang sama menjaga martabat manusia dan demokrasi di negeri ini," ujarnya.

Tanggung Jawab dan Dedikasi

Rifky mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran pimpinan Tribun Network yang terus memberikan pendampingan dalam proses hukum. "Terima kasih juga kepada CEO Tribun Network Bang Dahlan, beserta Direktur Pemberitaan, yang mana hingga saat ini terus memberikan pendampingan proses hukum," tuturnya.

Acara puncak Anugerah Dewan Pers 2025 turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mantan Menkominfo Sofyan Djalil, CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama, CEO Tribun Network sekaligus Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi, serta mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Peristiwa pengeroyokan yang dialami Rifky menjadi bukti bahwa jurnalis sering kali menghadapi risiko dan tantangan dalam menjalankan tugasnya. Namun, dedikasi dan keberanian yang dimilikinya membuatnya layak menerima penghargaan ini. Dengan prestasi yang diraihnya, Rifky menjadi contoh nyata bahwa kebenaran dan keadilan harus terus dijaga, meskipun dengan biaya yang tinggi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan