
Kondisi Risto Mitrevski yang Membuat Persebaya Surabaya Khawatir
Risto Mitrevski masih berada di Kroasia dan belum kembali ke Surabaya menjelang laga penting Persebaya Surabaya melawan PSM Makassar. Hal ini memicu kecemasan di kalangan Green Force karena sang bek andalan belum bisa dipastikan tampil dalam pertandingan mendatang.
Dokter tim Persebaya Surabaya, dr Ahmad Ridhoi, menyatakan bahwa proses pemulihan Mitrevski berjalan sesuai rencana. Ia menilai bahwa pemain berusia 34 tahun tersebut menunjukkan perkembangan yang menggembirakan selama menjalani rehabilitasi di Kroasia.
“Untuk perkembangannya tentu semakin hari semakin membaik karena terus kita pantau dan selalu ada update dari pendampingnya,” ujar dr Ridhoi pada Senin (1/12/2025).
Ia juga menekankan bahwa komunikasi dengan tim pendamping di Kroasia berjalan lancar tanpa kendala. Meskipun progresnya positif, Ridhoi belum bisa memastikan kapan sang bek akan kembali ke Surabaya.
“Untuk proses kembalinya ke Surabaya akan kami evaluasi lagi dalam beberapa hari ke depan,” ucapnya.
“Yang jelas akan kita menginformasikan kepada tim pelatih kalau Risto sudah pulih 100 persen,” tambahnya.
Pengaruh Absennya Mitrevski di Lini Belakang
Situasi ini memaksa Persebaya Surabaya untuk mengatur ulang strategi menjelang laga kontra PSM Makassar. Absennya Mitrevski selama 11 pekan akibat cedera bahu kiri tentu mengubah komposisi pertahanan tim.
Mitrevski sempat menjadi pilihan utama di jantung pertahanan sebelum cedera memaksanya menepi panjang. Perannya sebagai bek tengah memberi stabilitas dan ketenangan di barisan belakang.
Musim ini, pemain kelahiran Skopje tersebut sudah tampil dalam lima pertandingan di Super League 2025/2026. Ia mencatat total 450 menit bermain sebelum cedera menghentikan momentumnya.
Meski berposisi sebagai bek, Mitrevski mampu mencetak satu gol dari empat percobaan tembakan. Catatan expected goals (xG) sebesar 0.70 menunjukkan kontribusinya saat ikut naik membantu serangan.
Keakuratannya dalam mengalirkan bola juga terlihat dari rasio passing 86 persen. Ia memang tidak mencatatkan keypass, namun tanggung jawab utamanya adalah menjaga blok pertahanan tetap rapat.
Secara disiplin, ia mengoleksi satu kartu kuning tanpa kartu merah. Tiga kali melanggar dan lima kali dilanggar menjadi gambaran duel fisik yang tetap ia jalani secara terukur.
Kontribusi Defensif yang Signifikan
Kontribusi defensifnya menjadi alasan utama Persebaya Surabaya sangat menantikan kepulangannya. Mitrevski mencatat 24 intersep yang menegaskan kecakapannya dalam membaca arah serangan lawan.
Selain itu, ia membuat 21 sapuan dan tujuh blok tembakan yang memperlihatkan keberanian dan keagresifannya. Ia juga mencatat sembilan pemulihan bola yang membantu Persebaya Surabaya keluar dari tekanan.
Dengan statistik tersebut, tidak heran jika absennya Mitrevski terasa sangat signifikan di lini belakang. Persebaya Surabaya kehilangan sosok pemimpin yang mampu mengatur garis pertahanan dan menenangkan situasi saat ditekan.
Cedera bahu yang dialaminya menjadi ujian berat karena terjadi di tengah upaya tim mencari konsistensi. Periode 11 pekan tanpa sang bek tengah membuat struktur pertahanan sering berubah.
Keputusan Rehabilitasi di Kroasia
Keputusan menjalani rehabilitasi di Kroasia dipilih agar pemulihan berjalan maksimal. Fasilitas dan pendampingan di sana dianggap sesuai dengan kebutuhan cedera bahu yang dialami Mitrevski.
Ridhoi menegaskan seluruh progres masih berada dalam jalur yang direncanakan sejak awal. Ia tidak ingin mengambil risiko dengan memulangkan pemain terlalu cepat.
Evaluasi lanjutan dalam beberapa hari ke depan menjadi penentu langkah berikutnya. Persebaya Surabaya menunggu keputusan medis sebelum menentukan apakah sang bek bisa segera pulang.
Harapan Suporter dan Persiapan Pelatih
Sementara itu, suporter mulai bertanya-tanya terkait peluang Mitrevski tampil saat melawan PSM Makassar. Banyak yang berharap kehadirannya bisa menambah soliditas pertahanan Persebaya Surabaya.
Namun, keputusan akhir tetap pada hasil evaluasi menyeluruh demi keselamatan sang pemain. Klub ingin memastikan kondisi Mitrevski benar-benar stabil sebelum kembali ke lapangan.
Pelatih interim, Uston Nawawi, kini menyiapkan alternatif terbaik untuk pos bek tengah sembari menunggu kepastian. Absennya Mitrevski membuat pelatih harus mengatur ulang strategi terutama menghadapi PSM yang agresif.
Dampak pada Strategi Tim
Dengan tinggi badan 1,87 meter, Mitrevski juga menjadi andalan dalam duel udara dan bola mati. Kehilangan pemain sekaliber itu jelas mempengaruhi pendekatan tim dalam pertandingan besar.
Pengalaman bermain di berbagai kompetisi membuatnya punya ketenangan dalam laga-laga tekanan tinggi. Karakter itu sangat dibutuhkan saat menghadapi tim seperti PSM Makassar.
Selama di Kroasia, Mitrevski tetap menjalani program rehabilitasi intensif dengan pendampingan penuh. Laporan harian membuat Persebaya Surabaya bisa memantau setiap perkembangan dari jarak jauh.
Pihak klub berharap pemulihan berjalan tanpa hambatan hingga tahap akhir. Mereka ingin memastikan sang bek kembali dalam kondisi prima tanpa risiko cedera ulang.
Kehadiran Mitrevski di Surabaya nanti tentu akan membawa energi positif bagi tim. Moral pemain dipastikan meningkat jika sosok penting di lini belakang itu kembali berlatih.
Untuk saat ini, Persebaya Surabaya memilih fokus menyambut laga berat tanpa memasukkan Mitrevski ke skenario utama. Mereka tidak ingin terganggu oleh ketidakpastian dan memaksimalkan pemain yang tersedia.
Meski begitu, nama Risto Mitrevski tetap menjadi sorotan utama menjelang pertandingan. Semua pihak menunggu kabar terbaru dari tim medis terkait jadwal kepulangannya.
Persebaya Surabaya berharap keputusan terbaik bisa diambil demi kebaikan pemain dan kebutuhan tim. Proses pemulihan yang terkontrol menjadi prioritas utama sampai Mitrevski benar-benar siap kembali.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar