
Kembalinya Francisco Rivera, Harapan Persebaya untuk Mengakhiri Tren Imbang
Persebaya Surabaya akan tampil lebih komplet saat menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (6/12/2025). Kembalinya Francisco Rivera, gelandang asal Meksiko, menjadi kabar baik bagi Bajol Ijo yang sedang mencari cara memutus tren negatif. Rivera akhirnya bisa kembali merumput setelah menjalani hukuman larangan bermain dua pertandingan dari Komite Disiplin PSSI.
Hukuman itu dijatuhkan setelah sidang Komdis PSSI pada Selasa (11/11/2025), menyusul insiden pelanggaran serius Rivera saat laga melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (7/11/2025). Rivera dinilai bertindak kasar menggunakan tubuhnya secara berlebihan terhadap pemain lawan dan menerima kartu merah langsung. Komdis PSSI kemudian menjatuhkan sanksi tambahan berupa larangan bermain dua laga serta denda Rp 10 juta.
Rivera pun absen saat Persebaya menghadapi Arema FC di Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/11/2025), dan Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (28/11/2025). Kini, kembalinya Rivera menjadi kabar baik bagi Bajol Ijo yang sedang mencari cara memutus tren negatif. Tiga laga terakhir Persebaya hanya berakhir imbang 1-1, membuat posisi mereka tertahan di papan tengah klasemen.
Caretaker Uston Nawawi menyambut positif kembalinya Rivera. “Ya itu tentunya menambah kekuatan kami dengan kembalinya Rivera,” kata Uston setelah latihan tim di Lapangan ABC Kompleks Stadion GBT.
Dampak Rivera Bagi Lini Tengah Persebaya
Absennya Rivera di dua laga terakhir membuat Persebaya kehilangan kreator utama di lini tengah. Minimnya variasi serangan membuat Bajol Ijo mudah ditebak. Ketika sayap ditutup, alur serangan sering buntu. Bruno Moreira memang menjadi tumpuan utama dengan torehan 4 gol dari 12 laga, namun dalam dua pertandingan terakhir ia gagal memanfaatkan peluang emas. Mihailo Perovic juga baru mencetak 2 gol dari 12 laga, dengan performa yang naik-turun.
Gali Freitas dan Dejan Tumbas belum menunjukkan ketajaman maksimal. Freitas baru mencetak 1 gol dari 12 laga, sementara Tumbas belum mencetak gol meski sudah tampil 12 kali. Malik Risaldi juga belum menjadi pembeda meski sudah 12 kali bermain. Rivera diharapkan bisa mengembalikan keseimbangan permainan Persebaya. Sebagai playmaker, ia punya kemampuan mengatur tempo, membuka ruang, dan memberi umpan-umpan kunci yang bisa memaksimalkan potensi lini depan.
Uston Nawawi juga memberi sinyal akan tetap memberi kesempatan kepada pemain muda seperti Sadida Nugraha dan Moch Ichsas. “Ya kita harus jujur, kita happy untuk penampilan Sadida sama Ichsas,” kata Uston setelah laga melawan Bhayangkara. Dengan kombinasi pengalaman Rivera dan semangat pemain muda, Persebaya berharap bisa tampil lebih segar saat menghadapi PSM Makassar.
PSM Makassar Dalam Tren Positif
PSM Makassar datang dengan modal tiga kemenangan beruntun. Pasukan Ramang menang 1-0 atas Dewa United, pesta gol 5-0 melawan PSBS Biak, dan comeback dramatis 4-3 atas Persis Solo di Stadion Manahan, Jumat (29/11/2025). Pelatih PSM, Tomas Trucha, bahkan terpilih sebagai pelatih terbaik pekan ke-14 BRI Super League 2025/26.
“Saya merasakan tiga serangan jantung di pertandingan tadi,” kata Trucha usai kemenangan dramatis atas Persis Solo. PSM kini berada di peringkat delapan dengan 18 poin. Jika menang atas Persebaya, mereka bisa naik ke posisi enam dengan 21 poin, hanya selisih satu poin dari Malut United di posisi lima.
Namun, ada catatan di lini belakang. Bek tengah Yuran Fernandes diminta tak mengulangi blunder seperti saat melawan Persis Solo. Dua gol Kastaneer tercipta akibat kesalahan Yuran. Pengamat sepak bola Imran Amirullah menilai Yuran terlalu percaya diri. “Jangan buat kesalahan sekecil apapun. Yuran mungkin terlalu percaya diri sehingga blunder. Ini mesti dikomunikasikan,” katanya kepada Tribun Timur, Selasa (2/12/2025).
Legenda PSM, Yosef Wijaya, juga memberi peringatan. “Tidak ada bisa mengcover kalau buat salah, makanya diwanti-wanti tidak buat sedikit kesalahan pun,” ujarnya. Dengan lini depan yang sedang tajam dan lini belakang yang perlu lebih disiplin, PSM tetap menjadi lawan berat bagi Persebaya. Kembalinya Rivera bisa jadi pembeda, tapi Bajol Ijo wajib tampil fokus sepanjang laga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar