
Perluasan Pasar Ekspor sebagai Fokus Utama RLCO
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) telah resmi menjadi perusahaan ke-25 yang melakukan aksi pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan langkah ini, perseroan berencana memperluas eksposur ke sejumlah negara baru. Rencana ekspansi ini sejalan dengan target kontribusi ekspor yang mencapai 80% dari total pendapatan perseroan.
Direktur Utama Abadi Lestari, Edwin Pranata, menjelaskan bahwa selama ini RLCO memiliki beberapa negara utama sebagai pasar ekspor. Dalam prospektusnya, negara-negara seperti China, Hong Kong, dan Amerika Serikat telah menjadi fokus utama. Namun, kini perseroan berencana menambah tiga negara baru, yaitu Thailand, Vietnam, dan AS dalam bentuk produk olahan.
“Kami akan menambah negara seperti Thailand, Vietnam, dan AS dalam bentuk produk olahan,” katanya saat ditemui di Bursa.
Dengan penambahan eksposur terhadap tiga negara tersebut, RLCO berharap mampu mendorong sedikitnya 10% terhadap total pendapatan pada 2026. Hal ini diharapkan dapat membantu mencapai target 80% kontribusi ekspor lebih cepat.
Rencana ekspor ke Thailand akan dilakukan pada kuartal II/2026, sementara ekspor ke Amerika Serikat direncanakan pada kuartal IV/2026. Pasar Vietnam telah dieksplorasi oleh perseroan pada kuartal IV/2025, dan Filipina juga akan disasar pada tahun mendatang.
“Amerika akan jadi salah satu pasar non-Asia yang akan kami sasar karena Amerika punya komunitas penduduk Asia yang sangat besar,” tambahnya.
Ekspor RLCO akan dilakukan melalui entitas anak, dengan memperdagangkan produk olahan seperti minuman sarang burung walet dengan merek baru. Fokus utama ekspor adalah produk dengan branding kesehatan.
“Memang karena market dari wellness atau market medicine, suplemen, dan vitamin itu sangat besar dan terutama produk jenis sarang burung walet itu sudah diterima,” tambahnya.
Mengacu pada prospektusnya, emiten eksportir minuman sarang burung walet ini akan memanfaatkan seluruh dana yang dihimpun dalam penawaran umum perdana saham (IPO) untuk membeli sarang burung walet sebagai modal kerja. Sebesar 56,33% akan dialokasikan untuk pemenuhan modal kerja RLCO dalam rencana pembelian sarang burung walet.
Sementara itu, sebesar 43,67% akan dialokasikan kepada PT Realfood Winta Asia (RWA) sebagai penyertaan modal untuk melakukan pembelian sarang burung walet. Abadi Lestari Indonesia menggenggam 93,75% saham RWA.
Perusahaan ini berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur, dan telah didirikan sejak 2014. Sejak saat itu, RLCO telah melakukan ekspor terhadap sarang burung walet sebagai lini usaha utamanya.
Di pasar internasional, produk RLCO telah menembus pasar China, Hong Kong, hingga AS. Di sisi operasional, Abadi Lestari Indonesia memiliki kapasitas produksi untuk sarang burung walet mencapai 32 ton per Mei 2025.
Selain itu, RLCO juga memiliki kapasitas produksi 5,40 juta unit consumer goods jar, 2,52 juta unit produksi jelly, dan 1,29 juta unit kapasitas produksi powder yang dijalankan oleh anak usaha.
Beberapa portofolio perseroan antara lain minuman sarang burung walet, kaldu ayam, suplemen kolagen, dan nutrisi berbasis protein.
“Perseroan tumbuh dari eksportir sarang burung walet menjadi salah satu pemimpin kesehatan konsumen di Indonesia. Menyelaraskan diri dengan perubahan preferensi konsumen dan kebutuhan kesehatan, perseroan bertransformasi dari ekspor bahan mentah menjadi produsen untuk produk Superfood melalui anak usaha,” kata manajemen dalam prospektusnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar