Roadmap Pembangunan 2026, Infrastruktur Jadi Fondasi Pro Rakyat Jateng

Roadmap Pembangunan 2026, Infrastruktur Jadi Fondasi Pro Rakyat Jateng

Komitmen Pemerintah Jawa Tengah dalam Pembangunan Berkelanjutan

Memasuki akhir tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui arah pembangunan yang terencana dan berkelanjutan. Sepanjang tahun ini, berbagai program telah dijalankan dengan capaian kinerja yang menunjukkan tren positif. Dengan semangat kolaborasi lintas pemangku kepentingan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Seiring bergantinya tahun menuju 2026, Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah agenda strategis sebagai lanjutan dari pembangunan lima tahunan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen telah menyusun peta jalan (roadmap) dan cetak biru (blue print) pembangunan daerah sejak awal masa kepemimpinan mereka.

“Kita sudah membuat suatu roadmap atau blue print tentang pembangunan di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi saat kegiatan Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun di Grhadika Bhakti Praja, Rabu, 31 Desember 2025.

Menurutnya, arah pembangunan tersebut telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah. Dengan semangat kolaborasi, pemerintah daerah berkomitmen untuk menjalankan rencana pembangunan secara efektif dan berkelanjutan.

Infrastruktur sebagai Fondasi Pembangunan

Luthfi menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur pada 2025 mencakup berbagai sektor, mulai dari sumber daya manusia hingga sarana prasarana seperti jalan dan infrastruktur pertanian. Dukungan infrastruktur lain juga diberikan untuk mendukung program strategis tahun 2026.

“Jika infrastruktur sudah disiapkan pada 2025, maka pada 2026 Jawa Tengah memiliki fondasi kuat untuk mendukung program pemerintah pusat, khususnya swasembada pangan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Jawa Tengah diproyeksikan sebagai lumbung pangan nasional sekaligus penopang industri nasional. Hal tersebut didukung oleh capaian kinerja daerah sepanjang 2025 yang menunjukkan hasil menggembirakan.

Capaian Kinerja Ekonomi dan Sosial

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga triwulan III 2025 tercatat sebesar 5,37 persen secara year on year (YoY), melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,04 persen. Realisasi investasi hingga periode yang sama mencapai Rp66,13 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 326.462 orang, tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 berada di angka 4,66 persen atau turun 0,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka kemiskinan pada Maret 2025 juga mengalami penurunan menjadi 9,48 persen, dibandingkan September 2024 yang tercatat 9,58 persen.

Fokus pada Investasi dan Pembangunan

“Pada 2026, iklim investasi harus terus kita dorong agar pembangunan tidak hanya bergantung pada APBD dan PAD. Investasi menjadi prioritas utama karena dengan infrastruktur yang telah disiapkan, percepatan pembangunan akan semakin optimal,” tegas Luthfi.

Dalam rangka menyongsong tahun 2026, kegiatan Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan syukur atas capaian pembangunan sepanjang 2025. Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, para asisten Sekda, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan