Rotasi 7 Pejabat di Berau, Bupati Sri Juniarsih Ingatkan Bahaya Korupsi

Rotasi 7 Pejabat di Berau, Bupati Sri Juniarsih Ingatkan Bahaya Korupsi

Rotasi Pejabat Berau untuk Meningkatkan Kinerja dan Integritas

Pemerintah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melakukan rotasi terhadap tujuh pejabat strategis melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama serta Administrator untuk formasi tahun 2025. Rotasi ini dipimpin langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, pada Selasa (2/12/2025).

Dalam keputusan tersebut, sebanyak 7 pejabat dilantik berdasarkan Keputusan Bupati Berau Nomor 800.1.3.3/1538/BKPSDM-1/2025. Beberapa di antaranya adalah:

  • Abdul Majid sebagai Kepala Dinas Perikanan
  • Mulyadi sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
  • Anang Wahananto menempati posisi strategis di DPUPR sebagai Kepala Bidang Pengembangan Permukiman, Penataan Bangunan, dan Jasa Konstruksi

Selain itu, beberapa posisi di sektor pendidikan juga mengalami pergeseran, termasuk pengisian beberapa kepala bidang di Dinas Pendidikan.

Tanggung Jawab yang Besar

Dalam sambutannya, Sri Juniarsih menegaskan bahwa rotasi bukanlah agenda administratif semata, melainkan amanah besar yang menuntut kinerja nyata dari para pejabat yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa saudara telah menerima tanggung jawab yang tidak kecil. Amanah ini wajib dijalankan dengan profesionalitas, akuntabilitas, dan dedikasi tinggi. Pelantikan bukan akhir, justru inilah titik awal untuk bekerja lebih fokus.

Ia meminta seluruh pejabat segera melakukan penyesuaian di unit kerja masing-masing dan memperkuat koordinasi internal demi memastikan pelayanan publik tetap optimal.

Peringatan tentang Disiplin dan Integritas

Dalam arahannya, Sri Juniarsih menyoroti sejumlah isu kedisiplinan aparatur, termasuk persoalan disiplin waktu dan loyalitas yang selama ini menjadi perhatian. Ia memberikan peringatan keras kepada para pejabat agar tidak main-main dengan tanggung jawab yang telah diberikan.

“Korupsi itu bukan hanya soal uang, tapi juga korupsi waktu. Jabatan ini pilihan kita masing-masing. Karena itu harus dijalankan sepenuh hati,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa ia tidak ingin lagi mendengar ada pejabat yang menghilang atau tidak berada di tempat saat jam kerja tanpa alasan jelas.

Bupati Berau menekankan bahwa loyalitas menjadi faktor penting yang harus dimiliki para pejabat dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, kecerdasan bukan satu-satunya indikator kinerja jika tidak disertai integritas.

“Saya membutuhkan ASN yang loyal dan profesional. Pintar itu bonus, tetapi tanpa loyalitas, pekerjaan tidak akan pernah maksimal,” ucapnya.

Koordinasi dan Akuntabilitas

Sri Juniarsih juga mengingatkan bahwa setiap keputusan di OPD harus melalui mekanisme yang tepat serta dibangun melalui koordinasi dengan Sekda dan para Asisten. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pejabat yang menjalankan kebijakan secara sepihak.

“Tidak boleh ada pejabat yang berjalan sendiri. Semua harus dikombinasikan dengan Sekda, para Asisten, dan dilaporkan kepada pimpinan. Kita adalah tim kerja, bukan individu yang membuat kebijakan sesuka hati,” tuturnya.

Menurutnya, pihaknya rutin melakukan komunikasi langsung dengan Kepala Dinas, Sekretaris, hingga Kepala Bidang untuk memastikan instruksi kepala daerah diterjemahkan dengan benar hingga level pelaksana.

Tanggung Jawab Moral dan Spiritual

Sri Juniarsih juga mengingatkan bahwa masyarakat kini lebih kritis dan segala aktivitas aparatur dapat dengan cepat menjadi sorotan publik melalui media sosial. “Kita ini sedang diawasi. Kritik masyarakat adalah CCTV bagi kita. Jangan anggap remeh. Tugas kita adalah memastikan pelayanan berjalan baik dan akuntabel,” katanya.

Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menularkan energi positif kepada seluruh staf sehingga tercipta lingkungan kerja yang kondusif dan produktif.

Menutup sambutannya, Sri Juniarsih mengingatkan bahwa jabatan bukan hanya tanggung jawab administratif, tetapi juga moral dan spiritual. “Amanah ini bukan sekadar formalitas. Setiap tanggung jawab akan diminta pertanggungjawabannya. Karena itu bekerjalah dengan hati, saling mengingatkan, dan saling menopang dalam kebaikan,” tutupnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan