Rudal Nuklir Rusia di Belarus, Mampu Menjangkau Markas NATO?

Penempatan Rudal Hipersonik Oreshnik di Belarus

Kementerian Pertahanan Rusia telah merilis rekaman yang menunjukkan penempatan sistem rudal hipersonik Oreshnik di Belarus. Pernyataan ini dikeluarkan pada hari Selasa (30/12/2025), yang menandai dimulainya operasi aktif senjata berkemampuan nuklir tersebut di negara sekutu Moskow. Penempatan ini terjadi dalam konteks ketegangan yang meningkat dengan Barat dan proses negosiasi damai antara Ukraina dan Rusia.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan peluncur rudal yang bergerak di hutan bersalju, dengan disamarkan oleh pasukan khusus. Meskipun lokasi spesifik tidak diungkapkan untuk alasan keamanan, para peneliti Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa sistem tersebut ditempatkan di bekas pangkalan udara Krichev-6 di Belarus timur.

Pengidentifikasian lokasi ini didasarkan pada analisis citra satelit komersial yang membandingkan bangunan dalam video dengan foto area tersebut. Pangkalan ini berada sekitar 307 kilometer di sebelah timur ibu kota Minsk. Presiden Belarus Alexander Lukashenko sebelumnya telah mengumumkan kedatangan rudal Oreshnik awal bulan ini sebagai respons terhadap ancaman dari Barat. Ia menyebutkan bahwa Rusia akan menempatkan hingga 10 unit sistem rudal tersebut di negaranya.

“Sistem rudal Oreshnik Rusia telah memasuki status tugas tempur di Belarus sebagai konfirmasi jelas atas efektivitas perjanjian antarnegara mengenai jaminan keamanan dalam Union State,” ujar Duta Besar Rusia untuk Belarus, Boris Gryzlov.

Oreshnik Mampu Mencapai Markas NATO dalam 17 Menit

Dilansir dari ABC News, Oreshnik merupakan rudal balistik jarak menengah yang diklaim oleh Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki kecepatan hingga 10 kali kecepatan suara atau Mach 10. Senjata canggih ini disebut sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara yang ada saat ini.

Media pemerintah Rusia melaporkan bahwa rudal ini hanya butuh waktu 11 menit untuk mencapai pangkalan udara di Polandia. Sementara, waktu tempuh ke markas besar NATO di Brussels diperkirakan hanya memakan waktu 17 menit. Dengan jangkauan operasional hingga 5.500 kilometer, Oreshnik secara teori dapat menyerang target di seluruh Eropa hingga AS bagian barat.

Potensi daya hancurnya dianggap setara dengan senjata nuklir meskipun saat ini hanya menggunakan hulu ledak konvensional, dilansir dari Straits Times. Doktrin nuklir Rusia yang baru diketahui telah menempatkan Belarus di bawah payung perlindungan nuklir Moskow. Putin memperingatkan bahwa Moskow akan memperluas perolehan wilayah di Ukraina jika tuntutan damai mereka ditolak oleh Kiev dan sekutunya.

Tuduhan Serangan Drone Bayangi Negosiasi Damai Ukraina

Pengerahan rudal ini terjadi bersamaan dengan tuduhan Moskow atas serangan drone Ukraina ke kediaman Putin di wilayah Novgorod. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berjanji akan meninjau ulang posisi perdamaian negaranya akibat insiden itu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan Rusia untuk menyabotase perundingan. Bantahan ini disampaikan sehari setelah pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Florida. Zelenskyy dan Trump dilaporkan telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembahasan kesepakatan keamanan untuk mengakhiri perang. Namun, isu teritorial dan penarikan pasukan masih menjadi perdebatan antara pihak yang bertikai di meja perundingan.

Lithuania Siap Bom Jembatan di Perbatasan Belarus jika Diserang Rusia
Rumah Vladimir Putin Diserang Drone, Rusia Tuding Ukraina Pelakunya
Ukraina Sebut Rusia Manfaatkan Teritori Dudukan untuk Campuri Pilpres

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan