Rumah di Pengayuan Lianganggang Banjarbaru Tenggelam, Pilih Mengungsi ke Bangunan Terpal

Rumah di Pengayuan Lianganggang Banjarbaru Tenggelam, Pilih Mengungsi ke Bangunan Terpal

Warga Pengayuan Banjarbaru Terpaksa Mengungsi Akibat Banjir

Sejumlah warga di kawasan Pengayuan Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru terpaksa mengungsi karena rumahnya tergenang banjir. Banjir yang terjadi beberapa hari lalu membuat sebagian besar rumah warga terendam air hingga ke tingkat lantai.

Elisanti dan keluarganya merupakan salah satu dari warga yang memilih untuk mengungsi sementara di tempat seadanya. Mereka tinggal di bangunan kayu di pinggir jalan raya yang hanya berdindingkan terpal. Elisanti mengungkapkan bahwa mereka sudah mengungsi selama lima hari setelah air mulai meluap ke dalam rumah.

“Sudah lima hari di sini. Kami disini dua keluarga,” katanya kepada Bpost di pengungsian, Sabtu (3/1/2026). Ia menjelaskan bahwa kondisi rumah mereka mulai dari halaman, ruang tamu, kamar dan dapur terendam banjir sejak lima hari terakhir.

“Rumah saya terendam air sepenuhnya. Sudah tidak bisa ditiduri lagi. Airnya setinggi lutut, bahkan lebih, jadi kami terpaksa mengungsi,” katanya.

Untuk makan sehari-hari, keluarga ini memasak sendiri di pengungsian dengan bahan seadanya. “Kemarin sudah ada bantuan berupa beras, untuk sembako lainnya belum ada. Kami memasak sendiri,” sebutnya.

Sementara itu, untuk buang air, mereka mengandalkan toilet portable yang disediakan dinas terkait di kawasan RT 2 Landasan Ulin Selatan.

Pilihan Warga untuk Tetap Tinggal di Rumah

Tidak semua warga memilih untuk mengungsi meskipun rumah mereka terendam banjir. Mahrita dan keluarganya memilih tetap tinggal di rumah meski air mulai naik secara perlahan sejak Minggu (28/12/2025) lalu hingga masuk atau merendam lantai rumah.

Di tengah kepungan banjir, keluarga ini tetap tinggal di rumah dan tidur menggunakan ranjang kayu yang dibuat lebih tinggi. “Kami belum mengungsi lagi, karena WC masih tinggi. Kecuali WC tenggelam baru mengungsi,” sebutnya.

Jumlah Rumah yang Terdampak Banjir

Ketua RT 2 Landasan Ulin Selatan, Hendra mengatakan hingga Sabtu (3/1/2026), ada sekitar 40 rumah yang terdampak banjir di RT mereka. Dan banyak yang memilih tidak mengungsi. “Saat ini yang kena banjir 40 rumah 50 kk (kepala keluarga). Yang mengungsi hanya 4 kk,” sebutnya.

Sedangkan, untuk RT 1 Kelurahan Landasan Ulin Selatan tercatat sekitar 45 rumah warga disana terdampak banjir. “Di RT 1 RW 1 yang terdampak banjir 45 buah rumah,” Kata Ketua RT 1 Landasan Ulin Selatan, Salasiah.

Dampak Banjir pada Kehidupan Sehari-hari

Banjir yang terjadi di wilayah tersebut tidak hanya mengganggu kehidupan warga, tetapi juga menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Warga yang terdampak banjir harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan dan sanitasi.

Beberapa warga memilih untuk tetap tinggal di rumah meski situasi cukup mengkhawatirkan. Mereka berharap banjir segera surut agar dapat kembali ke kehidupan normal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan