Rumania Catat Kasus Kusta Pertama dalam 44 Tahun, Diduga dari Dua WNI


Kasus Kusta Pertama di Romania dalam 40 Tahun

Bulan ini, Romania mengonfirmasi kasus kusta pertama dalam lebih dari 40 tahun. Informasi ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan negara tersebut, yang menyebutkan bahwa kasus ini berasal dari dua warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi kusta di sebuah spa di Kota Cluj, barat laut Jerman. Kedua individu ini saat ini sedang menjalani perawatan medis.

Selain itu, pihak berwenang juga melaporkan adanya dua orang lain yang sedang menjalani tes untuk memastikan apakah mereka terinfeksi atau tidak. Meski demikian, Menteri Kesehatan Romania, Alexandru Rogobete, menegaskan bahwa pelanggan spa tidak perlu merasa khawatir. Menurutnya, penyakit kusta membutuhkan paparan yang lama untuk menular, sehingga risiko penyebaran sangat rendah.

Pasien Baru Kembali dari Asia

Rogobete menjelaskan bahwa salah satu pasien baru saja kembali dari Asia, tempat ia menghabiskan waktu sebulan bersama ibunya. Sementara itu, ibunya juga sedang dirawat di rumah sakit karena penyakit yang sama. Pihak berwenang telah menutup spa tersebut sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Kementerian Kesehatan Romania menyebutkan bahwa kasus kusta terakhir yang dikonfirmasi di negara ini terdeteksi 44 tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kasus ini sangat langka dan jarang terjadi di wilayah tersebut.

Penularan Penyakit Kusta

Dikutip dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang terutama disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini juga dikenal sebagai Hansen dan menyerang kulit, saraf perifer, mukosa saluran pernapasan bagian atas, serta mata.

Selain masalah fisik, penderita kusta sering kali menghadapi stigma dan diskriminasi. Namun, kusta dapat disembuhkan, dan pengobatan pada tahap awal dapat mencegah kecacatan permanen.

Berdasarkan data WHO tahun 2023, Brasil, India, dan Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus kusta terbanyak. Di antaranya, Indonesia tercatat melaporkan lebih dari 10.000 kasus baru setiap tahunnya.

Penularan kusta terjadi melalui tetesan dari hidung dan mulut penderita yang tidak diobati, setelah kontak dekat yang berkepanjangan. Namun, kusta tidak menyebar melalui kontak biasa seperti berjabat tangan, berpelukan, atau berbagi makanan. Pasien akan berhenti menularkan penyakit setelah memulai pengobatan.

Gejala Kusta

Kusta umumnya muncul dalam bentuk lesi kulit dan gangguan pada saraf perifer. Gejala utamanya adalah luka, benjolan, atau bintik-bintik pada kulit yang tidak hilang setelah beberapa minggu atau bulan. Luka tersebut biasanya datar dan lebih pucat dibandingkan kulit sekitarnya.

Beberapa gejala lain yang mungkin muncul antara lain:

  • Kulit yang kaku, tebal, atau kering
  • Pertumbuhan pada kulit
  • Benjolan atau pembengkakan pada wajah atau telinga

Jika gejala ini muncul, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Dengan pendekatan medis yang baik, penderita kusta dapat pulih sepenuhnya dan menghindari komplikasi jangka panjang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan