RUPSLB Telkom: InfraNexia Kelola 50% Aset Fiber Optik dan Pengoperasian PDNS

Pemisahan Bisnis dan Aset Telkom untuk Mendorong Transformasi Digital

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. telah menyetujui rencana pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity dari Telkom kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia yang dikenal dengan InfraNexia. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi transformasi perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di seluruh Indonesia.

Pemisahan ini bertujuan untuk memperkuat struktur usaha Telkom agar lebih fokus dan tanggap terhadap dinamika pasar. Dengan adanya InfraNexia, perusahaan akan mampu meningkatkan kualitas layanan infrastruktur digital serta mengoptimalkan aset yang dimiliki. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi penggerak pertumbuhan baru yang memberikan kontribusi signifikan bagi kinerja perusahaan.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa persetujuan atas pemisahan bisnis dan aset ini merupakan langkah penting dalam agenda transformasi perusahaan. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya membantu Telkom dalam memberikan kontribusi lebih besar bagi percepatan digitalisasi nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, stakeholders, masyarakat, dan negara.

Fokus pada Pengembangan Bisnis Fiber dan Efisiensi Operasional

Melalui aksi korporasi ini, InfraNexia akan lebih fokus dalam mengembangkan bisnis fiber, meningkatkan efisiensi biaya operasional dan investasi, serta membuka peluang untuk network sharing dan kemitraan strategis. Dengan demikian, InfraNexia dapat menciptakan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dari sisi kepemilikan aset, setelah fase spin-off pertama, InfraNexia akan memiliki lebih dari 50% dari total infrastruktur jaringan fiber Telkom. Infrastruktur ini meliputi segmen access, aggregation, backbone, serta infrastruktur pendukung lainnya. Fase spin-off kedua ditargetkan akan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026 dengan total nilai aset mencapai Rp90 triliun.

Komitmen Terhadap Transformasi BUMN dan Kedaulatan Data

Lahirnya InfraNexia juga merupakan wujud komitmen Telkom dalam mendukung agenda transformasi jangka panjang BUMN sesuai arah kebijakan nasional dan amanah dari Danantara. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi serta memberikan kontribusi maksimal bagi negara.

InfraNexia memiliki potensi pasar yang besar dan ruang ekspansi yang luas di berbagai sektor yang memerlukan dukungan konektivitas digital. Sebagai penyedia infrastruktur konektivitas utama di Indonesia, InfraNexia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin berkembang.

Penugasan untuk Mengoperasikan Pusat Data Nasional Sementara

Pada kesempatan yang sama, RUPSLB juga menyetujui penugasan yang diberikan pemerintah untuk mengoperasikan dan menjaga layanan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) selama periode peralihan sampai dengan PDN pemerintah beroperasi secara penuh.

Telkom sebagai perusahaan digital telco berkomitmen dalam melaksanakan operasional dan keberlangsungan layanan atas PDNS. Langkah ini dilakukan untuk memastikan visi transformasi digital yang menjadi program pemerintah terus berjalan, serta menjaga kedaulatan data negara.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan