
Penemuan Baru Mengenai Rudal Balistik Hipersonik Rusia di Belarus
Sebuah studi berbasis citra satelit menunjukkan adanya dugaan penempatan rudal balistik hipersonik terbaru Rusia, yaitu Oreshnik, di wilayah timur Belarus. Temuan ini memicu perhatian internasional karena rudal tersebut disebut mampu membawa hulu ledak nuklir.
Dua peneliti asal Amerika Serikat, Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute of International Studies dan Decker Eveleth dari CNA, menemukan indikasi kuat keberadaan pangkalan baru Rusia di dekat kota Krichev, Belarus timur. Lokasi ini berjarak sekitar 307 kilometer dari Minsk dan sekitar 478 kilometer dari Moskwa. Area tersebut sebelumnya merupakan pangkalan udara yang kini mengalami perubahan signifikan.
Analisis dilakukan menggunakan citra satelit komersial milik Planet Labs. Menurut Lewis dan Eveleth, pola pembangunan di lokasi tersebut mencerminkan karakter pangkalan rudal strategis Rusia. Konstruksi berlangsung cepat dan dimulai pada awal Agustus 2025. Salah satu indikasi kuat terlihat pada citra 19 November 2025.
Di lokasi itu muncul jalur transfer kereta api kelas militer yang dikelilingi pagar keamanan tinggi. Fasilitas ini memungkinkan pengiriman rudal, peluncur bergerak, dan komponen pendukung lainnya melalui rel. Selain itu, terlihat bantalan beton di ujung landasan pacu yang kemudian ditutup tanah. Menurut para peneliti, pola ini lazim digunakan sebagai titik peluncuran yang disamarkan.
Pandangan Berbeda dari Para Pakar
Tidak semua pakar melihat langkah ini sebagai keuntungan strategis bagi Moskwa. Pakar senjata nuklir Rusia yang berbasis di Jenewa, Pavel Podvig, menilai pengerahan Oreshnik di Belarus lebih bersifat simbolis. “Ia tidak melihat bagaimana hal ini akan dipandang di Barat sebagai sesuatu yang berbeda dari yang diterapkan di Rusia,” ujarnya.
Podvig menilai langkah tersebut lebih ditujukan untuk meyakinkan Belarus soal perlindungan Rusia, bukan untuk mengubah peta kekuatan militer Eropa.
Berbeda pandangan disampaikan Jeffrey Lewis. Ia menilai penempatan senjata nuklir Rusia di luar wilayahnya membawa pesan politik yang kuat. “Tidak ada alasan militer untuk menempatkan sistem itu di Belarus, hanya alasan politik,” kata Lewis.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan skenario jika Amerika Serikat menempatkan rudal jelajah nuklir di Jerman, bukan sekadar versi konvensional.
Pernyataan Presiden Putin dan Uji Coba Oreshnik
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menegaskan niat menempatkan rudal Oreshnik jarak menengah di Belarus. Rudal ini disebut memiliki jangkauan hingga 5.500 kilometer dan diklaim sulit dicegat karena kecepatannya melebihi Mach 10.
Rusia diketahui pernah menguji coba Oreshnik dengan hulu ledak konvensional ke sasaran di Ukraina pada November 2024. Namun, hingga kini Moskwa belum mengungkap lokasi pasti penempatannya secara resmi.
Respons Diplomatik dari Belarus dan Rusia
Kedutaan Besar Rusia di Washington belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut. Sementara itu, Kedutaan Besar Belarus menolak berkomentar. Media pemerintah Belarus, Belta, mengutip Menteri Pertahanan Viktor Khrenin yang menyatakan pengerahan Oreshnik tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan di Eropa dan merupakan respons atas tekanan Barat.
Meski manfaat militernya diperdebatkan, dugaan penempatan Oreshnik di Belarus mempertegas arah kebijakan pertahanan Rusia yang semakin mengandalkan sinyal politik lewat senjata strategis.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar