
Presiden Rusia Umumkan Pemanggilan Ribuan Peserta Wajib Militer pada 2026
Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menyetujui rencana pemanggilan ribuan peserta wajib militer pada tahun 2026. Keputusan ini bertujuan untuk menjaga fasilitas penting di Rusia dari ancaman sabotase. Dalam dokumen yang dirilis, disebutkan bahwa warga Federasi Rusia yang terlibat dalam mobilisasi komponen cadangan akan dipanggil kembali untuk dikirim ke pusat pelatihan khusus dalam melindungi fasilitas penting dan infrastruktur vital lainnya.
Pada April lalu, Rusia sudah mengumumkan rekrutmen sebanyak 160 ribu pemuda dalam program wajib militer. Peningkatan jumlah peserta ini sesuai dengan tujuan Rusia untuk meningkatkan jumlah personel militer di tengah perang di Ukraina.
Pemanggilan Ini Bukan Bentuk Mobilisasi Militer
Wakil Kepala Direktorat Mobilisasi dan Organisasi Militer Rusia, Vladimir Tsimlyansky, menyatakan bahwa inisiatif ini bukanlah mobilisasi militer. Rencana ini bertujuan untuk menarik warga yang sudah siap dan memiliki jiwa nasionalis. Pasukan komponen cadangan tidak memiliki tugas seperti personel militer aktif. Mereka akan diberi tugas menjaga infrastruktur penting sebagai pekerjaan paruh waktu, dan tetap dapat memiliki pekerjaan utama.
“Perbedaan utama antara komponen cadangan dan tentara kontrak adalah mereka hanya bekerja paruh waktu dan punya pekerjaan utama. Mereka juga tidak termasuk dalam tentara dan memiliki hak sepenuhnya sebagai warga sipil Rusia,” ujarnya.
Target Penambahan Peserta Wajib Militer Hingga 261 Ribu Orang
Pada saat yang sama, Putin juga menyetujui aturan konskripsi militer setahun penuh pada 2026. Moskow menargetkan dapat meningkatkan peserta wajib militer hingga 261 ribu orang yang berusia antara 18-30 tahun. Aturan terbaru ini menjadi yang pertama kalinya disahkan soal wajib militer selama setahun penuh mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Pada musim gugur 2025, Rusia berhasil menarik 135 ribu peserta wajib militer.
Mobilisasi Komponen Cadangan Saat Kondisi Damai
Pada Oktober, Rusia menyetujui proposal dari Putin untuk memobilisasi komponen cadangan saat kondisi normal atau damai. Alhasil, warga yang masuk dalam pasukan komponen cadangan Rusia dapat ditugaskan untuk ikut menjaga pertahanan. Namun, hukum ini hanya berlaku bagi siapa pun yang sudah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia untuk menjadi komponen cadangan. Saat ini, pasukan komponen cadangan hanya dapat dimobilisasi saat pecahnya perang di Rusia.
Berita Terkait
Lithuania Siap Bom Jembatan di Perbatasan Belarus jika Diserang Rusia
Rumah Vladimir Putin Diserang Drone, Rusia Tuding Ukraina Pelakunya
Rusia Genjot Ekspor LPG ke Afghanistan-Asia Tengah imbas Embargo UE
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar