
Warga Sibolga dan Tapanuli Tengah Kesulitan Mendapatkan Air Bersih Pasca Bencana
Setelah hampir tiga minggu bencana banjir dan longsor melanda wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, warga masih kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Situasi ini memaksa banyak warga mengambil air dari genangan banjir yang terlihat di sekitar jalan-jalan utama.
Beberapa kali Tribun Medan mengunjungi daerah terdampak, warga selalu meminta bantuan berupa air mineral atau air bersih kepada relawan yang membawa logistik. Meskipun begitu, Perumda Air Minum Tirta Nauli Sibolga telah menyediakan beberapa keran air untuk warga yang ingin mengambil air bersih secara gratis.
Namun, proses pengambilan air tersebut tidak mudah. Warga harus menunggu antrean selama paling cepat satu jam sebelum bisa mengisi air. Hal ini terlihat dari seorang perempuan yang datang sejak pukul 08.00 WIB dan baru mulai mengisi jeriken pada pukul 09.45 WIB. Ia akhirnya selesai pada pukul 10.30 WIB. Setelah itu, ia meminta anak laki-lakinya untuk mengangkat dua jeriken ke atas motornya dan pulang ke rumah.
Perempuan tersebut bernama Rusma Rini Lumbangaol. Ia tinggal di Jalan Rawang I, Kelurahan Aek Muara Pinang, Sibolga Selatan. Dalam wawancaranya dengan Tribun Medan, ia mengungkapkan rasa lelah dan kesulitannya dalam mengangkat air setiap hari.
"Enggak taulah bilang apa mau nangis atau mau menjerit ke siapa. Itulah kami minta, kalau bisa pak Prabowo secepatnya untuk membaguskan air ini agar normal lagi," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap hari ia harus antri selama setengah sampai satu jam untuk mendapatkan air bersih. "Udah enggak sanggup mengangkat air ini lagian ya saya janda jadi semua di rumah saya yang kerjakan. Hari ini saya tiba pukul 08.00 WIB tapi mengantre setengah jam lebih, itulah," katanya.
Rusma juga mengatakan bahwa sulit untuk mendapatkan air bersih tanpa harus antri. "Tapi gimanalah mau mau dibilang capek. Tapi kebutuhan. Kalau hidup air pasti semua bakal membaik," ucapnya.
Menurut informasi yang diperoleh, pengambilan air di Perumda Air Minum ini terbuka selama 12 jam. Baik warga Sibolga maupun Tapanuli Tengah dapat mengambil air secara gratis. Namun, prosesnya tetap memerlukan kesabaran dan antrean panjang.
Hal senada juga dirasakan oleh Hamdan Harahap, warga Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Ia mengaku bahwa jarak dari rumahnya ke Perumda Air Minum di Sibolga terlalu jauh. Akibatnya, ia terpaksa menampung air hujan sebagai sumber air bersih.
"Jauh kalau ke sana. Jadi air bersih kami tampung dari air hujan. Kalau cuci piring dan nyuci baju, kami cari lokasi aliran banjir atau air gunung. Begitulah dulu adanya. Untuk itu saya berharap sekali air bisa secepatnya hidup dan normal seperti sedia kala," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar