Saham POLI Lampaui Dua Kali, Dorong Pengembangan ESG di BEI

Saham POLI Lampaui Dua Kali, Dorong Pengembangan ESG di BEI

POLI Mencatatkan Obligasi Terkait Keberlanjutan Pertama di BEI

Perusahaan hospitality terkemuka, Pollux Hotels Group Tbk (POLI), resmi mencatatkan Obligasi Terkait Keberlanjutan (Sustainability-Linked Bond/SLB) I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pencatatan ini menandai langkah penting bagi POLI sebagai pengembang hospitality pertama di Indonesia yang memasuki pasar obligasi berbasis keberlanjutan. Selain itu, pencatatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas instrumen pendanaan ESG di pasar modal domestik.

Presiden Direktur POLI, Handojo K. Setyadi, menyatakan bahwa penerbitan SLB ini merupakan langkah strategis untuk mengakses sumber pembiayaan berbiaya kompetitif. Dukungan penuh diberikan oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), trust fund di bawah Asian Development Bank. "Selain memperkuat struktur permodalan, instrumen ini dirancang untuk mengakselerasi penguatan praktik ESG perusahaan," ujarnya pada Jumat (12/12/2025).

Penerbitan dengan Dua Tenor dan Peringkat Tinggi

Obligasi yang diterbitkan memiliki dua tenor, yaitu tiga tahun dengan kupon sebesar 5,85 persen dan lima tahun dengan kupon sebesar 6,25 persen. Selain itu, SLB ini telah memperoleh peringkat tertinggi dari Pefindo, yang menjadi bukti kredibilitas dan daya tariknya bagi para investor.

Director of Social and Environmental Compliance POLI, Jo Diana Po, menjelaskan bahwa pasar sangat antusias terhadap SLB perdana ini. Permintaan hampir dua kali lipat dari target emisi menunjukkan minat tinggi dari investor. Mayoritas investor memilih tenor lima tahun, yang mencerminkan keyakinan mereka terhadap konsistensi penerapan standar ESG di Indonesia.

Menurut Jo Diana, permintaan terhadap instrumen berbasis keberlanjutan meningkat pesat, terlebih setelah berbagai insiden lingkungan skala besar yang memperkuat urgensi implementasi ESG lintas sektor.

Dana Digunakan untuk Program Keberlanjutan dan Refinancing

Dana hasil penerbitan SLB akan digunakan untuk program keberlanjutan POLI, termasuk pengurangan emisi karbon, optimalisasi pengelolaan air limbah, serta peningkatan efisiensi energi. Sebagian dana juga dialokasikan untuk refinancing fasilitas kredit eksisting.

CGIF melalui Investment Specialist, Boniaga Mangin, menyatakan dukungan penuh lembaganya mencakup seluruh pembayaran pokok dan bunga obligasi. Ia menilai keberhasilan POLI dapat mempercepat adopsi instrumen SLB di kalangan emiten lain.

Framework SLB yang Memakan Waktu Sejumlah Tahun

Korea Investment and Securities Indonesia (KISI), sebagai lead underwriter, menyampaikan bahwa proses penyusunan framework SLB memakan waktu sekitar satu tahun, termasuk pemenuhan standar POJK 18. Framework tersebut memprioritaskan penurunan emisi karbon melalui pemasangan solar panel dan efisiensi operasional.

Associate Director KISI, Syubban Aqdam, menambahkan bahwa oversubscribe hampir dua kali lipat didorong oleh kepercayaan investor terhadap dukungan CGIF. Ia mencatat obligasi lima tahun POLI menjadi satu-satunya obligasi dijamin CGIF dengan kupon di bawah tujuh persen serta memecahkan rekor sebagai penerbitan CGIF pertama dengan satu underwriter.

Rencana Transisi Energi dan Efisiensi 20252029

Dalam rencana transisi jangka menengah, perusahaan menargetkan pemasangan panel surya berkapasitas 40 kWp hingga 2029, dengan estimasi penurunan emisi mencapai 184.320 kg CO ekuivalen. Perseroan juga memperkuat manajemen energi dan air melalui peningkatan efisiensi sistem pendingin, deteksi kebocoran, serta pengolahan grey water.

"Strategi pertumbuhan perusahaan ke depan akan mengintegrasikan penguatan fundamental finansial dengan investasi pada efisiensi lingkungan sebagai pilar kompetitif jangka panjang," ujar Handojo menegaskan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan