
Banjir Rob di Banjarmasin Masih Menjadi Masalah
Banjir akibat air pasang atau rob yang terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Sabtu (3/1/2026) hingga Minggu (4/1/2026) dinihari kembali menjadi perhatian masyarakat setempat. Genangan air yang cukup dalam menyebabkan beberapa titik jalan mengalami kemacetan dan kerusakan. Salah satu lokasi yang paling terdampak adalah drainase di Jalan Perdagangan, Banjarmasin Utara.
Drainase yang baru saja selesai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemko Banjarmasin pada akhir Desember 2025 lalu ini ternyata belum mampu menangani luapan air yang terjadi. Di sekitar lokasi tersebut, genangan air cukup dalam hingga mengganggu aktivitas pengendara kendaraan bermotor. Beberapa sepeda motor bahkan mengalami mogok saat melintas. Pengendara lain harus berhati-hati karena kondisi jalan yang rusak akibat sering terendam banjir.
Selain di lokasi tersebut, hampir seluruh ruas Jalan Perdagangan juga terendam air cukup dalam sejak memasuki bundaran Kayutangi. Genangan air ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara. Di samping Masjid Hasanuddin Madjedi, pengendara sepeda motor terpaksa melintas melalui trotoar untuk menghindari genangan air yang cukup dalam. Lokasi ini juga dikenal sebagai daerah langganan banjir setiap kali terjadi air pasang atau hujan deras.
Titik-Titik Rawan Banjir di Banjarmasin
Beberapa titik lain di Banjarmasin juga dilaporkan mengalami genangan air yang cukup parah. Hal ini menunjukkan bahwa masalah banjir masih menjadi tantangan besar bagi kota ini. Meskipun telah ada upaya dari pemerintah setempat dalam bentuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur drainase, namun tampaknya belum cukup untuk mengatasi masalah secara menyeluruh.
Berikut beberapa titik yang sering terkena dampak banjir:
- Jalan Perdagangan – Terdapat banyak genangan air yang cukup dalam, terutama di dekat pusat kebugaran dan masjid.
- Bundaran Kayutangi – Area ini menjadi titik awal genangan air yang mengalir ke arah Jalan Perdagangan.
- Lokasi sekitar Masjid Hasanuddin Madjedi – Sering tergenang air dan menjadi tempat yang biasa digunakan pengendara untuk menghindari genangan.
Kondisi Drainase yang Masih Tidak Maksimal
Meski drainase di Jalan Perdagangan telah diperbaiki, kondisinya masih belum optimal. Drainase sepanjang 200 meter yang dibangun tidak mampu menangani volume air yang mengalir. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan kapasitas drainase dan penanganan lebih lanjut agar bisa mengurangi risiko banjir.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah banjir. Namun, dengan semakin meningkatnya curah hujan dan tingkat permukaan air laut, masalah ini akan terus menjadi tantangan. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi jangka panjang.
Upaya dan Solusi yang Diperlukan
Untuk mengatasi masalah banjir di Banjarmasin, beberapa langkah perlu dilakukan:
- Peningkatan kapasitas drainase – Memperluas dan memperkuat sistem drainase agar mampu menampung volume air yang lebih besar.
- Penyuluhan kepada masyarakat – Memberikan edukasi tentang cara menghadapi banjir dan menjaga lingkungan sekitar.
- Pengawasan terhadap pembangunan – Memastikan bahwa semua proyek infrastruktur dilakukan dengan baik dan sesuai rencana.
Dengan upaya bersama, diharapkan banjir yang sering terjadi di Banjarmasin dapat diminimalkan sehingga masyarakat dapat hidup dengan lebih nyaman dan aman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar