
Peringatan Dini Terkait Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki
Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, saat ini mengalami penyumbatan gas yang perlu mendapat perhatian serius. Penyumbatan ini bisa menjadi tanda-tanda awal dari potensi erupsi, sehingga masyarakat dan pihak berwenang perlu tetap waspada.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam periode 1–2 Januari 2026 hingga pukul 12.00 Wita, tercatat beberapa jenis gempa yang mencerminkan aktivitas vulkanik. Berikut rincian gempa yang terdeteksi:
- 1 kali gempa harmonik
- 8 kali tremor nonharmonik
- 1 kali gempa low frequency
- 165 kali gempa vulkanik dalam
- 4 kali gempa tektonik lokal
- 11 kali gempa tektonik jauh
Lana menyoroti bahwa terdapat kenaikan signifikan pada jumlah gempa vulkanik dalam sejak 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Meskipun belum terjadi erupsi, kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di dalam gunung.
Indikasi Hambatan Saluran Magma
Berdasarkan data tersebut, Lana menyatakan bahwa kemungkinan besar terjadi hambatan pada saluran magma atau conduit yang menghalangi material vulkanik untuk naik ke permukaan. Jika tekanan terus meningkat, hal ini bisa memicu pelepasan energi dalam bentuk erupsi.
“Kondisi ini dapat mengarah kemungkinan terjadinya pelepasan energi dalam bentuk erupsi apabila tekanan terus meningkat,” ujar Lana dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas gempa vulkanik dalam sangat berpengaruh terhadap tinggi kolom erupsi jika letusan terjadi. Oleh karena itu, pengamatan terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi.
Pemantauan Aktivitas Vulkanik
Dalam periode pemantauan, tidak teramati pembentukan kubah lava baru maupun aliran lava di area kawah. Hal ini didasarkan pada citra drone yang diambil pada 5 Desember 2025. Namun, hembusan asap putih tipis hingga sedang masih terpantau keluar dari kawah serta rekahan ke arah barat laut.
Aktivitas kegempaan tersebut menunjukkan adanya pergerakan fluida atau magma yang cukup aktif, disertai suplai magma dari dalam gunung. Ini menjadi indikasi bahwa sistem vulkanik masih dalam kondisi dinamis.
Imbauan kepada Masyarakat
Lana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan gunung. Saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level IV (Awas). Artinya, ada risiko erupsi yang cukup tinggi dan perlu diwaspadai.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari lembaga terkait dan menghindari daerah-daerah yang berpotensi bahaya. Selain itu, petugas dan instansi terkait juga diminta untuk terus memantau kondisi gunung secara berkala agar dapat segera merespons jika terjadi perubahan signifikan.
Dengan pengamatan intensif dan kesadaran masyarakat, diharapkan potensi bahaya dari aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dapat diminimalkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar