Sambil Bagi-bagi Sembako, Kapolri Pantau Perayaan Tahun Baru 2026 di Bundaran HI

Sambil Bagi-bagi Sembako, Kapolri Pantau Perayaan Tahun Baru 2026 di Bundaran HI

Peninjauan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bundaran HI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung terhadap pengamanan malam pergantian tahun 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Kegiatan ini dilakukan bersama jajaran pimpinan Polri, termasuk Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto serta sejumlah pejabat lainnya.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama perayaan Tahun Baru 2026. Kapolri tiba di lokasi pada pukul 22.48 WIB dan langsung berkeliling mengunjungi berbagai titik yang menjadi fokus pengamanan. Selain memantau situasi, Jenderal Sigit juga membagikan sekitar 300 goodie bag sembako kepada masyarakat yang hadir di lokasi.

Perayaan Tahun Baru 2026 di Bundaran HI tidak hanya berupa acara hiburan biasa, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menyemarakkan suasana tanpa merusak lingkungan atau melanggar aturan. Salah satu hal utama dalam acara kali ini adalah doa lintas agama yang digelar untuk para korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. Hal ini menunjukkan rasa empati dari masyarakat Jakarta terhadap kondisi yang sedang dialami oleh saudara-saudara mereka di daerah tersebut.

Selain itu, ada pertunjukan musik dan tarian dari berbagai artis dan musisi ternama. Acara juga akan dimeriahkan dengan penerbangan drone dan countdown pergantian tahun yang dipersiapkan secara khusus. Meskipun tidak ada pesta kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya, suasana tetap meriah karena adanya berbagai aktivitas yang disiapkan.

Larangan Pesta Kembang Api

Pemprov DKI Jakarta telah mengambil kebijakan untuk melarang pesta kembang api dalam perayaan Tahun Baru 2026. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana banjir bandang yang terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil agar masyarakat bisa menyambut Tahun Baru dengan cara yang lebih santun dan penuh makna.

"Kami memilih tidak ada kembang api. Kita ingin menyambut tahun baru dengan doa bersama, karena musibah yang terjadi menyangkut kita semua," ujar Pramono.

Meski demikian, ia juga mengakui bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak dapat sepenuhnya melarang aktivitas masyarakat secara personal yang menyalakan kembang api atau petasan. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas tersebut di tempat umum guna menghindari risiko kecelakaan atau gangguan keamanan.

Pengamanan dan Perluasan Area

Untuk memastikan kelancaran perayaan, kawasan Jalan Sudirman-Thamrin hingga Bundaran Senayan ditutup sementara waktu. Penutupan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan car free night (CFN) yang menjadi bagian dari persiapan menyambut Tahun Baru 2026. Dengan penutupan ini, arus lalu lintas di sekitar area tersebut dapat diatur dengan lebih baik, sehingga pengunjung dapat menikmati acara dengan nyaman.

Dalam kegiatan ini, aparat kepolisian juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan ketertiban. Mereka melakukan patroli rutin dan siaga penuh di sekitar lokasi acara. Selain itu, petugas juga memberikan informasi dan panduan kepada masyarakat agar dapat mengikuti acara dengan aman dan tertib.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan