Sambut Tahun Baru 2026, Warga Berkumpul di Tugu Mercuri Parigi

Perayaan Tahun Baru di Kawasan Tugu Mercuri Parigi Moutong Berlangsung Meriah

Pesta tahun baru di kawasan Tugu Mercuri, Parigi Kota, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berlangsung sangat meriah pada malam pergantian tahun. Acara ini berlangsung dari Rabu (31/12/2025) malam hingga Kamis (1/1/2026) dini hari. Lokasi ini menjadi pusat perhatian warga karena posisinya yang strategis dan mudah diakses.

Kawasan Tugu Mercuri terletak di simpang empat Jalan Trans Sulawesi dan Jalan Magau Janggo–Jalan Pelabuhan, Kecamatan Parigi. Titik ini menjadi tempat persimpangan arus kendaraan dari berbagai arah. Secara administratif, lokasi tersebut berbatasan dengan dua kelurahan, yaitu Kelurahan Masigi di sisi barat dan Kelurahan Loji di sisi timur.

Berdasarkan pantauan, warga mulai memadati kawasan ini sejak pukul 23.30 Wita untuk menunggu detik-detik pergantian tahun. Banyak warga datang dari berbagai desa di Parigi Moutong, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi, untuk menyaksikan pesta kembang api. Beberapa orang memilih bertahan di lokasi, sementara sebagian lainnya hanya melintas, sehingga menyebabkan kemacetan panjang.

Saat pergantian tahun, kembang api warna-warni menghiasi langit malam Parigi, memantul di antara kepulan asap dan cahaya lampu kendaraan. Kerumunan warga tampak memenuhi badan jalan, trotoar, hingga area sekitar pertokoan.

Sebagian warga mengabadikan momen dengan ponsel masing-masing. Deretan kendaraan berhenti perlahan di tengah jalan, sementara suara letupan kembang api bersahutan menandai pergantian tahun. Petugas kepolisian terlihat berjaga di beberapa titik persimpangan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keamanan warga.

Terpantau sekitar tujuh personel kepolisian disiagakan di kawasan tersebut selama malam pergantian tahun. Tidak ada pengalihan arus lalu lintas yang diberlakukan saat itu, meski kepadatan kendaraan terjadi cukup panjang. Namun polisi bersiaga di setiap persimpangan untuk mengantisipasi kendaraan darurat yang melintas di jalur utama.

Kendaraan emergency diarahkan melalui Jalan Jalur II yang berada di sisi barat jalan utama agar pergerakan lebih cepat dan tidak terhambat kerumunan. Warga menyebut kawasan Tugu Mercuri kerap dijadikan lokasi pelepasan tahun karena posisinya strategis dan mudah dijangkau. Selain itu, lokasi ini berdekatan dengan pusat perbelanjaan dan menjadi titik kumpul warga dari berbagai penjuru Parigi Kota.

Tradisi berkumpul dan membakar kembang api di kawasan tersebut telah berlangsung setiap tahun saat malam pergantian tahun. Selain Tugu Mercuri, keramaian juga terpantau di wahana permainan dan pentas musik di Lapangan Sepak Bola Permata Masigi.

Kawasan Lapangan Permata Masigi bahkan sudah ramai sejak sepekan sebelum malam pelepasan tahun baru. Warga datang bersama keluarga dan kerabat untuk menikmati hiburan, permainan, serta suasana perayaan tahun baru di pusat kota Parigi.

Meski sebelumnya pemerintah daerah mengimbau warga agar tidak membakar petasan dan lebih memilih mengisi malam pergantian tahun dengan zikir, antusias masyarakat tetap tinggi. Euforia warga menyambut tahun baru terpantau tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, terutama di kawasan Tugu Mercuri Parigi.

Letupan kembang api tetap menghiasi langit malam, disambut sorak warga yang memadati badan jalan dan persimpangan utama. Sebagian warga memilih merayakan pergantian tahun bersama keluarga dan kerabat dengan berkumpul di ruang publik.

Imbauan serupa juga sebelumnya disampaikan pihak Polres Parigi Moutong agar masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan selama perayaan tahun baru. Kepolisian meminta warga tidak menyalakan petasan berlebihan serta menghindari aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Namun hingga pergantian tahun berlangsung, aktivitas warga terpantau berjalan kondusif meski kepadatan kendaraan sempat terjadi di sejumlah titik. Petugas kepolisian tetap bersiaga di lapangan untuk memastikan situasi keamanan dan lalu lintas tetap terkendali.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan