
Proyek Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik di Kota Serang
Kota Serang memiliki visi besar dalam menghadapi tantangan sampah. Tidak hanya sebagai masalah lingkungan, sampah menjadi peluang untuk menciptakan energi listrik yang berkelanjutan. Dalam rangka menyukseskan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Pemkot Serang berencana memperluas kerja sama dengan daerah lain, termasuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kuota Sampah yang Dibutuhkan
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menjelaskan bahwa keberlanjutan proyek PSEL di TPSA Cilowong sangat bergantung pada volume sampah yang masuk. Untuk menjalankan mesin pengolah sampah menjadi energi listrik secara optimal, dibutuhkan minimal 1.000 ton sampah per hari.
"Produksi sampah internal Kota Serang saat ini baru menyentuh angka 419 ton per hari yang terangkut ke Cilowong. Jadi, kita masih butuh tambahan pasokan agar program nasional ini berjalan lancar," ujar Agis.
Untuk menutup celah tersebut, Pemkot Serang menjalin sinergi lintas daerah. Selain menerima 500 ton dari Tangsel, rencananya Kabupaten Serang juga akan menyumbang sekitar 200 ton sampah per hari.
Solusi Cegah Bau dan Ceceran Lindi
Kerja sama pembuangan sampah antar daerah sering kali menimbulkan kekhawatiran warga, terutama soal bau tak sedap dan air lindi yang bisa tercecer dari truk pengangkut. Menanggapi hal ini, Agis menegaskan bahwa standar operasional yang lebih ketat telah diterapkan.
Pemkot Tangsel berkomitmen menggunakan armada truk baru yang sudah dimodifikasi. "Bukan lagi pakai jeriken atau galon untuk menampung lindi, tapi menggunakan tangki khusus yang terintegrasi di kendaraan agar tidak ada bocoran di jalan raya," tegas Agis.
Kompensasi untuk Masyarakat Sekitar
Bagaimana dengan warga di sekitar TPSA Cilowong? Agis memastikan bahwa masyarakat setempat sudah memberikan lampu hijau. Syarat utamanya adalah transparansi mengenai Kompensasi Dampak Negatif (KDN) yang harus tersalurkan dengan tepat.
Nantinya, Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mematangkan teknis Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini. Evaluasi berkala juga akan dilakukan setiap tahun untuk memastikan kerja sama selama empat tahun ke depan ini tetap menguntungkan kedua belah pihak dan lingkungan.
Visi Kota Serang
Dengan proyek PSEL ini, Serang berharap bisa menjadi pionir di Banten dalam mengubah tumpukan masalah menjadi sumber daya listrik yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Proyek ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar