
Solo, Pusat Investasi yang Menjanjikan
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat, Solo kini mulai menarik perhatian investor. Mantan Menteri Pariwisata, Sandiaga Salahuddin Uno, menyebut bahwa Solo layak menjadi pusat investasi (investment hub) yang strategis.
Salah satu alasan utama mengapa Solo layak dipertimbangkan sebagai pusat investasi adalah sistem digitalisasi yang telah diterapkan di kota ini. Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) di Solo tumbuh sangat pesat, mencapai 108,5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku usaha di Solo sudah sangat siap menerima transaksi digital, yang merupakan salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem investasi yang modern.
Selain itu, Sandiaga juga menyinggung tentang sosok-sosok "duta besar" yang dapat membantu menjual potensi investasi di Solo. Mereka adalah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X (Gusti Bhre), Wali Kota Solo Respati Ardi, dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
"Solo gampang banget karena punya duta besar-duta besar keren-keren dan ganteng-ganteng. Ada Gusti Bhre, ini very international live. Ini gampang banget menjual investasi di Solo," ujar Sandiaga dalam pembukaan Solo Investment Forum 2025 di Swiss-Belinn Saripetojo Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/12/2025).
Sandiaga juga memberikan pujian terhadap Wali Kota Solo, Respati Ardi. Ia menyebut bahwa Wali Kota ini sangat dekat dengan Presiden Jokowi. Sebelum menjadi Presiden, Respati Ardi pernah menjadi jubirnya. "Ini butuh keberanian yang tingkat dewa. Tapi beliau ini, Pak Respati, saya panggilnya sekarang juga bisa jadi duta besar," tambahnya.
Sosok yang dikenal sebagai pengusaha ini juga menyebut bahwa mantan presiden, Jokowi, merupakan satu-satunya mantan presiden yang tinggal di luar Jabodetabek. Hal ini ia anggap menjadi kekuatan bagi Solo untuk menarik investor.
"Saya belum pernah melihat mantan presiden Indonesia yang tinggal di luar Jabodetabek. Bung Karno di Jakarta, Pak Harto di Cendana, Pak Habibie di Kuningan, Gus Dus di Cianjur, Bu Mega di Tengku Umar, Pak SBY di Cikeas, Pak Jokowi memilih tinggal di sini (Solo). Mudah sekali kita mengonversi growth ini menjadi investasi," kata Sandiaga.
Solo Investment Forum: Terobosan Baru
Di sisi lain, Sandiaga menyampaikan bahwa Solo Investment Forum 2025 menjadi terobosan baru dalam membuka peluang bagi investor untuk membuka markas di Solo.
"Jadi, empat minggu lalu saya dapat tugas dari Pak Wali untuk merancang beberapa terobosan investasi, termasuk mengajak perusahaan investasi ini untuk membuka markasnya di Solo," ujarnya.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, sebelumnya mengungkapkan bahwa ada 20 aset milik Pemkot Solo yang ditawarkan dalam Solo Investment Forum 2025. Sebagian besar aset tersebut adalah gedung sekolah.
"Masyarakat yang ingin membuka usaha baru atau bisnis di Solo tetapi tidak memiliki tempat, aset ini bisa menjadi pilihan," kata Respati di Solo, Senin (8/12/2025).
Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari SIF adalah untuk mempublikasikan aset-aset idle milik Pemkot yang memiliki nilai komersial, sehingga dapat ditawarkan kepada masyarakat yang memiliki ide bisnis.
"Ada 20 lebih aset-aset Pemkot yang ditawarkan kepada swasta," tambahnya.
Potensi yang Menggiurkan
Dengan adanya Solo Investment Forum 2025, Solo semakin menunjukkan potensinya sebagai pusat investasi yang menjanjikan. Tidak hanya dari segi infrastruktur digital, tetapi juga dari keberadaan tokoh-tokoh penting yang mendukung pertumbuhan ekonomi kota ini.
Investor yang tertarik dapat memanfaatkan berbagai aset yang ditawarkan oleh Pemkot Solo, termasuk gedung-gedung yang masih kosong dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha. Dengan dukungan dari para duta besar yang ada, Solo akan semakin mudah menarik minat investor lokal maupun internasional.
Dengan demikian, Solo bukan hanya kota yang kaya akan budaya, tetapi juga kota yang penuh dengan peluang bisnis dan investasi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar