
Evaluasi dan Evakuasi 8 Penumpang Longboat di Perairan Tanjung Kuako
Pada hari Kamis (1/1/2026), Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Maluku Tengah melakukan evaluasi terhadap 8 penumpang longboat yang terjebak di perairan Tanjung Kuako, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Kejadian ini terjadi setelah longboat yang mereka tumpangi mengalami mati mesin saat sedang berpergian dari Masohi menuju Aboru di Pulau Haruku.
Evakuasi dilakukan dalam kondisi yang cukup sulit karena cuaca buruk dengan angin kencang disertai hujan dan laut yang gelombang tinggi. Hal ini menyulitkan petugas untuk langsung mengevakuasi penumpang ke atas kapal polisi. Akibatnya, petugas terpaksa melakukan proses menarik (towing) longboat tersebut hingga akhirnya tiba di Mako Sandar Amahai sekitar pukul 19.50 Wit.
Proses Pencarian dan Koordinasi Tim Gabungan
Informasi awal tentang insiden ini diterima oleh personil Satpolairud Polres Maluku Tengah Aipda Denny Takdare, yang sedang bertugas pada Pos Pelayanan Operasi Lilin Salawaku 2025. Ia menerima laporan dari pihak keluarga bahwa ada anggota keluarganya yang berada di longboat mengalami mati mesin di tengah perjalanan dan akhirnya mengapung di perairan Nusalaut.
Kapolres Maluku Tengah melalui Kasat Polairud IPTU Agustinus Sahetapy menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung berkoordinasi untuk melakukan pencarian bersama personil Polairud Mako Sandar Amahai dan dibantu oleh pihak Syahbandar Amahai.
"Upaya pencarian menggunakan dua armada kapal yaitu Kapal Polisi KP.XVI-2007 dan Kapal KPLP milik Syahbandar Amahai," ujar IPTU Agustinus Sahetapy.
Daftar Identitas Penumpang Longboat
Dalam operasi penyelamatan ini, petugas berhasil menemukan longboat bermesin 15 PK dengan jumlah penumpang sebanyak 8 orang. Berikut adalah daftar identitas para penumpang:
- Nusaiya (47 tahun)
- Lado Saiya (35 tahun)
- Desy Noya (42 tahun)
- Wise Saiya (42 tahun)
- Esya Saiya (10 tahun)
- Geby Saiya (4 tahun)
- Gracia Saiya (4 tahun)
- Elvris Saiya (1 tahun 7 bulan)
Seluruh penumpang dalam kondisi selamat setelah proses evakuasi selesai.
Kesimpulan dan Pernyataan Kepala Polres
IPTU Agustinus Sahetapy menyampaikan bahwa keberhasilan operasi penyelamatan ini merupakan bukti nyata kesiapsiagaan Satpolair Polres Maluku Tengah dan tim gabungan dalam menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah perairan.
Operasi ini juga menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang menghadapi situasi darurat di laut. Dengan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait, keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga meskipun dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar