Satgas Anti-Premanisme Dibentuk, Warga Surabaya Melawan Premanisme

Kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dan Deklarasi Surabaya Bersatu

Sebanyak 2.500 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan, kelompok masyarakat, serta organisasi mahasiswa hadir dalam kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dan Deklarasi Surabaya Bersatu yang diselenggarakan di Halaman Balai Kota Surabaya pada Rabu (31/12). Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kota yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan budaya di Jawa Timur.

Komitmen Bersama untuk Mengatasi Premanisme

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa deklarasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menghadapi praktik premanisme yang sering kali mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan yang merusak suasana damai di kota tersebut.

“Tidak ada lagi toleransi terhadap tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Eri.

Ia menambahkan bahwa setiap pelanggaran akan diproses secara hukum. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Satgas Anti Premanisme yang telah dibentuk akan bekerja sama dengan Forkopimda Kota Surabaya dalam menjaga keamanan.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan

Eri juga meminta kepada masyarakat untuk berani melaporkan setiap praktik premanisme yang ditemui. Namun, ia menekankan pentingnya mengedepankan hukum dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Kepada masyarakat, saya minta agar berani melaporkan setiap praktik premanisme yang ditemui, namun tetap mengedepankan hukum dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan main hakim sendiri,” ucap Eri.

Dia menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, hingga aparat negara, memiliki peran strategis dalam menjaga kedamaian dan ketentraman Kota Surabaya.

Sistem Pengamanan yang Diperkuat

Sebagai bagian dari sistem pengamanan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan Posko Satgas Anti Premanisme yang berada di dekat Kantor Inspektorat Kota Surabaya. Dari posko tersebut, Satgas akan berpatroli secara bergilir di seluruh wilayah dengan penanggung jawab masing-masing.

“Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya akan menggelar apel Satgas Anti Premanisme yang akan dibagi ke dalam lima wilayah kerja. Yakni Surabaya Pusat, Timur, Barat, Utara, dan Selatan,” tambah Eri.

Langkah-Langkah Konkret untuk Keamanan Kota

Selain itu, setiap wilayah telah disiapkan Satgas Anti Premanisme yang akan bertugas menjaga keamanan, ketenangan, dan kenyamanan Kota Surabaya. Dengan adanya langkah-langkah konkret ini, diharapkan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.

Eri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan kota. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan praktik premanisme dapat diminimalisir dan kota Surabaya tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua warga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan