
Persyaratan Kesehatan Jamaah Haji 2026 Diperketat
Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan perubahan terkait persyaratan kesehatan bagi jamaah haji 2026. Perubahan ini diumumkan melalui platform Nusuk Haji, yang menjadi acuan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama pelaksanaan ibadah, sekaligus mengurangi risiko kesehatan yang mungkin terjadi.
Vaksinasi Wajib dan Rekomendasi
Salah satu poin utama dalam pedoman baru adalah vaksinasi wajib yang harus dipenuhi oleh calon jamaah haji. Berikut beberapa vaksin yang diperlukan:
- Vaksin meningitis ACYW
- Vaksin polio untuk negara endemis
- Vaksin demam kuning untuk jamaah dari kawasan berisiko
- Vaksin Covid-19 (usia 12 tahun ke atas) dengan daftar vaksin yang disetujui: Pfizer, Sinovac, dan Sputnik V
- Vaksin flu musiman untuk kelompok rentan seperti lansia, anak di bawah lima tahun, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis
Sertifikat vaksin harus sah dan diserahkan ke otoritas haji Saudi minimal 10 hari sebelum kedatangan.
Persyaratan untuk Lansia dan Penderita Penyakit Kronis
Jamaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis berat, seperti kanker stadium lanjut, gangguan jantung-paru, masalah ginjal atau hati serius, hingga demensia, diberi perhatian khusus. Mereka diwajibkan berkonsultasi medis sebelum keberangkatan.
Selain itu, jamaah diminta membawa dokumen medis lengkap, obat dalam kemasan asli, menyesuaikan jadwal konsumsi obat dengan perbedaan zona waktu, serta memastikan ketersediaan alat kesehatan pribadi seperti oksigen portable atau alat bantu dengar.
Kesiapan Fisik dan Pencegahan Risiko Selama Haji
Arab Saudi juga memberikan panduan teknis terkait stamina fisik, risiko panas ekstrem, serta pencegahan cedera otot dan persendian. Jamaah diimbau menjaga hidrasi, melindungi diri dari paparan matahari, beristirahat berkala, dan menggunakan kursi roda jika diperlukan.
Kurangi paparan suhu tinggi, jaga tubuh tetap terhidrasi dan cegah kepanasan dengan beristirahat di tempat yang lebih sejuk.
Untuk meminimalkan risiko jatuhyang paling sering dialami jamaah lansiaNusuk mengingatkan pentingnya alas kaki yang tepat, kewaspadaan di area padat, dan penggunaan alat bantu mobilitas.
Kebersihan dan Pencegahan Penyakit Menular
Standar kebersihan juga diperketat. Mulai dari etika batuk, kebersihan pakaian dan ruangan, hingga kebiasaan mencuci tangan. Jamaah diingatkan waspada terhadap infeksi pernapasan, penyakit akibat nyamuk seperti dengue dan Zika, serta potensi keracunan makanan.
Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin& hindari berbagi barang pribadi.
Penyesuaian Aturan di Indonesia
Kementerian Haji (Kemenhaj) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI diperkirakan segera menyesuaikan aturan istitaah nasional berdasarkan pedoman terbaru Saudi, termasuk ketentuan vaksin, screening kesehatan, rujukan penyakit kronis, dan pemeriksaan kondisi fisik sebelum jamaah mendapatkan status istitaah.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pihaknya masih menunggu sinkronisasi aturan setelah perubahan kelembagaan. "Saya mesti cek dulu karena sekarang Puskeshaji sudah bergabung ke Kemenhaj," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com.
Dengan diperketatnya persyaratan kesehatan ini, jamaah haji 2026 diharapkan berangkat dalam kondisi terbaik sehingga ibadah berjalan aman, lancar, dan minim risiko kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar