
Kecelakaan Mobil MBG di Sekolah, Pembelajaran Dilakukan Secara Daring
Pasca kejadian kecelakaan mobil pembawa Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah murid SDN Kalibaru 01 Pagi, kegiatan belajar mengajar pada Jumat (12/12/2025) dilakukan secara jarak jauh atau daring. Insiden tersebut terjadi pada Kamis pagi, dan hingga saat ini, suasana sekolah masih terasa kaku.
Banyak orang tua murid masih merasakan rasa khawatir dan trauma setelah kejadian tersebut. Sekolah tampak sepi pada Jumat pagi, hanya beberapa guru yang berada di halaman, sementara para murid tidak terlihat seperti biasanya. Beberapa orang tua datang ke sekolah untuk memastikan kondisi terbaru dan melihat langsung situasi di sekitar area sekolah.
Salah satu orang tua murid, Elis Kurnia, mengaku masih syok atas kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa rasa trauma justru lebih dirasakan oleh orang tua dibanding anak-anak. Elis bahkan mengaku gemetar setiap melihat mobil MBG. Menurutnya, biasanya mobil MBG berhenti terlebih dahulu di depan masjid sebelum masuk ke area sekolah setelah pagar dibuka. Namun, pada hari kejadian, mobil tersebut langsung melaju masuk.
Ia berharap ada evaluasi terhadap para sopir mobil MBG agar kejadian serupa tidak terulang. "Saya melihat mobil MBG jadi gemeteran lagi. Biasanya mobil MBG itu diam dulu, kalau pagar sudah dibuka baru masuk. Tapi ini kenapa tiba-tiba masuk. Harapannya ke depan sopir-sopir yang belum mahir jangan ditugaskan mengantar," kata Elis.
Orang tua lainnya, Andi Muzakir, juga menyampaikan kekhawatirannya. Ia mengatakan pihak sekolah menginformasikan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setidaknya hingga dua hari ke depan. Ia berharap kegiatan belajar dapat kembali normal, namun meminta agar mobil MBG ditempatkan di luar area sekolah demi keamanan.
"Namanya orang tua pasti khawatir. Harapannya belajar tetap normal, tapi mobil MBG itu baiknya di luar saja. Biasanya juga begitu, cuma kemarin tiba-tiba masuk. Mungkin karena sopir cadangan," ucapnya.
Para orang tua berharap Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap mekanisme dan kualifikasi sopir mobil pengantar MBG, guna mencegah kejadian serupa terulang. Mereka berharap pihak berwajib bisa segera memberikan penjelasan dan langkah-langkah preventif agar keamanan siswa tetap terjaga.
Diberitakan sebelumnya, insiden ini terjadi sekitar pukul 6.30 WIB, Kamis (11/12/2025) pagi, ketika mobil menabrak gerbang dan memasuki area sekolah, lalu menabrak para siswa yang sedang mengikuti kegiatan literasi. Dari rekaman CCTV dan video amatir, terlihat para siswa panik dan guru serta warga sekitar berupaya mengevakuasi anak-anak yang terjebak di kolong kendaraan.
Polisi sudah menangkap dan memeriksa sopir mobil MBG, Adi Irawan (34), yang statusnya kini naik penyidikan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan ini.
Langkah-Langkah yang Diambil Pasca Kecelakaan
Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah dan komite orang tua murid bersepakat untuk mengambil beberapa langkah antisipatif. Berikut adalah beberapa langkah yang telah diambil:
- Pihak sekolah akan melakukan pertemuan dengan pihak BGN untuk membahas perbaikan mekanisme pengiriman MBG.
- Siswa akan diberikan bimbingan psikologis untuk mengatasi trauma akibat kejadian tersebut.
- Orang tua diminta untuk tetap waspada dan memberi informasi apabila ada hal-hal mencurigakan terkait mobil MBG.
Selain itu, pihak sekolah juga akan melakukan sosialisasi tentang keselamatan lalu lintas kepada seluruh siswa dan guru. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan di lingkungan sekolah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar