
Poltekpin Siap Buka Pendaftaran Tahun 2026
Kementerian Hukum (Kemenkum) kini memastikan bahwa pendafataran sekolah kedinasan Poltekpin (Politeknik Pengayoman Indonesia) akan dibuka pada tahun 2026. Sekolah kedinasan ini merupakan hasil penggabungan antara Politeknik Imigrasi (Poltekim) dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), yang dilebur sejak Agustus 2024 oleh Kemenkumham. Namun, meskipun sudah digabungkan, pada tahun 2025 sekolah kedinasan ini tidak membuka pendaftaran calon taruna atau mahasiswa baru.
Sama seperti sekolah kedinasan lainnya, Poltekpin menawarkan fasilitas asrama dengan biaya kuliah gratis. Setelah lulus, para taruna dapat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Tujuan dari penggabungan dua sekolah kedinasan tersebut adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam manajemen dan operasional bidang pendidikan di lingkungan Kemenkumham.
Para taruna dan taruni akan dididik dengan ketajaman akademis, berpikir kritis, memiliki integritas dan kepedulian terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), sehingga Poltekpin hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan sumber daya manusia berkualitas dalam bidang hukum dan HAM.
Kuota Mahasiswa Baru
Direktur Poltekpin, Odi Jarodi, mengatakan saat ini Poltekpin sedang dalam masa transisi. Meski begitu, sudah disiapkan jurusan hukum terapan dengan empat prodi baru. Persiapan prodi baru ini terus dimatangkan. Sembari menunggu transisi prodi, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari Poltekim dan Poltekip akan dipindahkan ke Poltekpin.
Mudah-mudahan proses ini berjalan, maka tahun ini akan dilakukan proses transisi. Poltekpin akan menerima mahasiswa baru tahun depan, katanya dari tayangan YouTube Badan Pengembangan Sumber Daya Hukum (BPSDM) Kemenkum, yang dikutip Jumat, (12/12/2025).
Rencananya ada kuota sebesar 200 mahasiswa atau taruna baru. Nanti menunggu informasi yang pasti, atau pengumuman terkait rekruitmen mahasiswa, kata dia.
Saat ini Poltekpin juga fokus pada kebutuhan dosen dan tenaga kependidikan. Poltekpin butuh tenaga pendidik. Tenaga pendidik utamanya adalah dosen tetap yang hingga saat ini jumlahnya belum memenuhi syarat, kata dia.
Idealnya satu prodi diampu lima dosen. Ada empat prodi berarti ada 20 dosen tetap, tambahnya.
Jurusan Kuliah Poltekpin
Saat ini para mahasiswa yang ada di Poltekpin merupakan mahasiswa dari Poltekim dan Poltekip. Mereka merupakan mahasiswa Jurusan Keimigrasian dan Jurusan Ilmu Pemasyarakatan.
Namun Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menjelaskan dengan detail empat prodi baru Poltekpin. Program studi baru yang dikembangkan yakni:
- Pembangunan Hukum
- Perancangan Peraturan Perundang-Undangan
- Hukum Kekayaan Intelektual
- Administrasi Hukum Umum.
Pengembangan empat prodi baru disesuaikan dengan bidang-bidang tugas yang diselenggarakan oleh Kemenkum, ucap Supratman dilansir dari laman Kemenkum.
Rasionalitas pentingnya pembukaan program studi baru, lanjut Supratman, berdasarkan analisis terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Kemenkum dalam melaksanakan program prioritas Kabinet Merah Putih 2024-2029. Antara lain kualitas SDM yang terampil dan kompeten. Oleh karena itu diperlukan ketersediaan SDM yang mencukupi dalam hal kuantitas dan kualitasnya.
Melalui pendidikan yang relevan, diharapkan Poltekpin dapat berperan penting dalam menciptakan sistem hukum yang lebih efisien dan adil.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar