Sekolah Surabaya Tingkatkan Literasi Global Melalui Pameran Budaya Dunia

Sekolah Surabaya Tingkatkan Literasi Global Melalui Pameran Budaya Dunia

Pameran Budaya Global di VITA Junior High School Surabaya

VITA Junior High School Surabaya kembali menggelar kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris yang luar biasa, yaitu “World Without Borders 2025”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (10/12/2025) dan dirancang untuk menciptakan suasana layaknya pameran internasional. Tujuan utamanya adalah membantu siswa mengasah literasi sekaligus mempraktikkan keterampilan Bahasa Inggris secara langsung.

Kepala Sekolah VITA Junior High School, Lau Carina Febriany, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mengembangkan kemampuan literasi dan komunikasi global siswa. Menurutnya, World Without Borders tidak hanya menjadi ruang praktik, tetapi juga tempat siswa mengintegrasikan teori yang dipelajari di kelas dengan aplikasi nyata. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.

Siswa Memperkenalkan Berbagai Negara

Dalam kegiatan ini, para siswa mempresentasikan berbagai aspek unik dari negara yang mereka wakili. Mulai dari sejarah, landmark, makanan, minuman, permainan tradisional, hingga tokoh terkenal. Semua informasi disampaikan dalam Bahasa Inggris sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.

Negara-negara G20 yang dipelajari meliputi Argentina, Australia, Brazil, Canada, China, France, Germany, India, Indonesia, Italy, Japan, Republic of Korea, Mexico, Russia, Saudi Arabia, South Africa, Türkiye, the United Kingdom, the United States, serta African Union dan European Union. Dengan cakupan yang luas, siswa tidak hanya mempelajari satu wilayah, tetapi juga memahami dunia dalam spektrum global yang lengkap.

Pengalaman Menarik di Setiap Booth

Beberapa booth menawarkan pengalaman yang sangat menarik. Booth United States mengajak pengunjung memainkan scrabble, permainan ikonik yang melatih kemampuan kosakata dalam suasana santai. Booth Japan menyuguhkan sajian budaya seperti sushi, ocha, dan mochi, memberi siswa pengalaman mencicipi elemen kuliner Negeri Sakura.

Booth Korea Selatan menghadirkan permainan tradisional seperti Jegichagi (제기차기) dan Ddakji, yang membuat pengunjung antusias mencoba permainan yang biasanya hanya dilihat di drama Korea. Sementara itu, Booth Mexico menyajikan nachos yang siswa siapkan langsung saat pengunjung ingin mencicipi, menjadikan pengalaman kuliner semakin autentik.

Booth Brazil mengenalkan pastel, sekaligus memperkenalkan ikon-ikon terkenal seperti Neymar dan Ayrton Senna, serta menampilkan informasi tentang festival budaya tradisional yang penuh warna.

Meningkatkan Kemampuan Abad Ke-21

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan proses belajar yang hidup, tetapi juga memperkuat salah satu prioritas VITA, yaitu Global Mindset. Siswa diajak untuk memahami dunia secara komprehensif, menghargai perbedaan budaya, dan melihat diri mereka sebagai bagian dari komunitas global.

Pendekatan ini dinilai dapat mengasah kemampuan abad ke-21 seperti komunikasi, kolaborasi, kreativitas, riset, serta public speaking. Salah satu siswa, Gwen, mengungkapkan bahwa ia sangat menikmati booth China karena makanannya sangat enak dan presentasi budayanya yang menarik. Ia juga merasa lebih tertarik mempelajari negara-negara lain setelah mengikuti kegiatan ini.

Mengenalkan Keragaman Budaya

Jeremia Christian, guru Bahasa Inggris, menjelaskan bahwa kegiatan World Without Borders bertujuan untuk mengenalkan keberagaman budaya dunia kepada siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa dunia adalah satu komunitas global yang saling terhubung.

Melalui kegiatan ini, sekolah ingin menunjukkan bahwa literasi global bukan hanya dipelajari, tetapi dialami, dirayakan, dan dihidupi. Tujuannya adalah membentuk generasi muda yang berpikiran luas, adaptif, dan siap menghadapi dunia tanpa batas.





Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan