
Identitas Selebgram yang Terlibat dalam Kasus Narkoba di Bali Terungkap
Seorang selebgram yang sempat dirahasiakan identitasnya dalam kasus narkoba menjelang gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) Bali akhirnya terungkap. Sosok tersebut adalah Donna Fabiola. Kini, Donna telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri karena diduga kuat berperan sebagai pengedar narkotika dalam jaringan yang akan mengedarkan kokain dan MDMA di Bali menjelang festival musik internasional tersebut.
Donna Fabiola tercatat sebagai salah satu dari 17 tersangka yang diamankan dalam pengungkapan jaringan narkoba tersebut. Para tersangka diduga menyiapkan peredaran narkotika untuk menyasar pengunjung DWP Bali. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menyampaikan bahwa Donna memiliki peran aktif dalam jaringan peredaran narkotika tersebut, bukan sekadar pengguna.
Menurut keterangan penyidik, Donna mendapatkan pasokan narkotika dari suaminya sendiri, Tigra Denres Sonda, yang saat ini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen terkait rencana peredaran narkotika jenis kokain dan MDMA di wilayah Bali. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan Bareskrim Polri dan Bea Cukai. Untuk memastikan kebenaran informasi, petugas melakukan penyelidikan intensif hingga menerapkan metode undercover buy atau pembelian terselubung guna mengungkap jaringan tersebut.
Dalam skema penyamaran, petugas melakukan pemesanan kokain kepada Donna Fabiola. Transaksi kemudian disepakati berlangsung di sebuah kafe di kawasan Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Donna ditangkap pada Rabu, 10 Desember 2025, di area parkir kafe tersebut. Saat penangkapan, ia berada di dalam mobil Wuling Binguo EV bersama dua rekannya yang berinisial Emir dan Mifrat.
Dari hasil penggeledahan di lokasi, polisi menemukan satu klip kokain serta empat plastik klip berisi MDMA yang berada dalam penguasaan Donna. Sementara dari tas milik Emir, petugas menemukan satu pod berisi zat THC. Pengembangan penyelidikan kemudian dilakukan ke rumah Donna yang berlokasi di Jalan Kerta Dalem, Denpasar Selatan. Di lokasi tersebut, polisi kembali menemukan sejumlah barang bukti narkotika dan perlengkapan yang diduga digunakan untuk konsumsi dan pengemasan.
Kepada penyidik, Donna mengaku menerima sekitar 10 klip kecil kokain dengan berat bruto kurang lebih 10 gram dari suaminya sekitar satu minggu sebelum penangkapan. Sebagian narkotika tersebut dikonsumsi bersama, sementara sisanya diedarkan.
Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya Bareskrim Polri dalam mengamankan pelaksanaan DWP Bali dari ancaman peredaran narkotika. Hingga kini, kepolisian masih memburu tersangka lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Peran Donna dalam Jaringan Narkoba
Donna Fabiola tidak hanya sebagai pengguna narkoba, tetapi juga memiliki peran aktif dalam jaringan peredaran narkotika. Ia diduga menjadi salah satu penghubung antara produsen dan konsumen. Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa Donna menerima pasokan narkotika dari suaminya, yang kini menjadi DPO. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba yang terungkap ini tidak hanya melibatkan individu tertentu, tetapi juga keluarga dan lingkaran dekat.
Selain itu, transaksi yang dilakukan oleh Donna terjadi di tempat umum seperti kafe, yang menunjukkan bahwa jaringan ini sangat terstruktur dan sulit untuk ditemukan tanpa adanya tindakan intensif dari aparat kepolisian. Penangkapan Donna dilakukan setelah proses penyelidikan yang panjang dan menggunakan metode undercover buy, yang merupakan cara efektif untuk mengungkap aktivitas ilegal.
Barang Bukti yang Ditemukan
Barang bukti yang ditemukan selama penyelidikan mencakup berbagai jenis narkotika, termasuk kokain dan MDMA. Selain itu, ada juga alat-alat yang digunakan untuk mengemas dan mengkonsumsi narkotika. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan ini tidak hanya beroperasi secara individual, tetapi juga memiliki struktur yang cukup lengkap.
Upaya Polisi dalam Mengamankan Festival Musik
Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya besar dari Bareskrim Polri untuk mengamankan pelaksanaan DWP Bali dari ancaman peredaran narkotika. Festival musik internasional seperti DWP sering kali menjadi target bagi para pelaku narkoba karena jumlah pengunjung yang besar dan potensi profit yang tinggi. Oleh karena itu, kepolisian harus terus meningkatkan pengawasan dan tindakan preventif.
Hingga saat ini, penyidik masih memburu tersangka lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Ini menunjukkan bahwa kasus ini belum sepenuhnya terselesaikan dan masih ada kemungkinan adanya pelaku lain yang belum tertangkap.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar