
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada hari Sabtu, 3 Januari 2026. Dalam rentang waktu 12 jam atau sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, Gunung Semeru tercatat mengalami 79 kali erupsi. Dari jumlah tersebut, empat letusan terlihat secara visual dengan mengeluarkan asap setinggi 700 hingga 1.000 meter di atas puncak kawah.
Menurut petugas PPGA Semeru Liswanto dalam keterangan tertulis, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.51 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak. Kejadian ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih sangat tinggi dan memerlukan pengawasan ekstra.
Potensi Risiko Banjir Lahar dan Hujan Abu
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak langsung dari erupsi tersebut. Namun, berdasarkan arah angin yang bertiup ke utara, kemungkinan besar hujan abu vulkanik akan terjadi di sekitar wilayah Kalimati atau Ranu Kumbolo.
"Secara sementara, laporan dampak nihil, belum ada laporan yang masuk. Tapi jika arah anginnya ke utara, maka kemungkinan hujan abu terjadi di sekitar Kumbolo," ujar Isnugroho.
Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada level III atau Siaga. Menurut Isnugroho, intensitas letusan yang tinggi berisiko terhadap potensi terjadinya hujan abu di sekitar lereng gunung. Selain itu, jika terjadi hujan deras, risiko banjir lahar juga meningkat. Hal ini disebabkan oleh tumpukan material dari letusan dan guguran yang terjadi selama ini.
"Jumlah letusan yang tinggi bisa memicu banjir lahar dengan membawa material cukup banyak apabila terjadi hujan deras di sekitar gunung," jelasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Untuk menjaga keselamatan warga, Isnugroho mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, saat ini sekitar Gunung Semeru sering diguyur hujan lebat yang berisiko menimbulkan banjir lahar. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Langkah Pencegahan dan Pengawasan
BPBD Lumajang terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Petugas juga aktif berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan secara efektif.
Beberapa langkah penting yang direkomendasikan antara lain:
- Mematuhi larangan aktivitas di area rawan banjir lahar dan awan panas.
- Menghindari daerah-daerah yang berpotensi terkena dampak hujan abu.
- Mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait status Gunung Semeru.
Dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Semeru harus tetap waspada dan siap mengambil tindakan antisipatif jika diperlukan. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar kawasan gunung.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar