
Senggigi Open Surfing 2025: Memperkuat Posisi NTB sebagai Destinasi Wisata Olahraga
Senggigi Open Surfing 2025 menjadi ajang olahraga yang menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Event ini digelar di Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, pada tanggal 12 hingga 14 Desember 2025. Sebagai bagian dari upaya memperkuat sport tourism dan promosi pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), acara ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan.
Event ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi NTB, serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Polres Lombok Barat, dan Asosiasi Surfing NTB. Dengan menghadirkan atlet, komunitas, dan pelaku pariwisata dari seluruh Indonesia, Senggigi Open Surfing 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk penguatan sport tourism di NTB.
Meningkatkan Minat Wisatawan dan Pengembangan Olahraga
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri atau akrab disapa Dinda, menyampaikan apresiasi kepada Kemenparekraf atas dukungan yang terus diberikan. Ia menegaskan bahwa Senggigi telah dikenal sebagai destinasi internasional sejak lama, dengan olahraga surfing menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. Selain itu, NTB memiliki banyak titik ombak yang diminati oleh peselancar internasional, sehingga potensi pengembangan sport tourism masih sangat besar.
Pemerintah Provinsi NTB berharap gelaran ini tidak hanya memperkuat posisi Senggigi sebagai lokasi surfing unggulan, tetapi juga mendorong lahirnya lebih banyak peselancar muda berbakat dari NTB yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. "Benar apa yang disampaikan tadi, tidak ada gunanya kita membuat event kalau tidak memberikan kesan yang baik," ujar Dinda.
Partisipasi Peserta yang Melibatkan Berbagai Wilayah
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar NTB, Candra Aprinova sekaligus Dewan Penasehat PSOI NTB, menjelaskan bahwa Senggigi Open Surfing 2025 berhasil menarik minat 227 peserta dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Peserta datang dari wilayah-wilayah dengan tradisi selancar kuat seperti Aceh, Mentawai, Jawa, serta Balibahkan setengah dari total peserta berasal dari Bali, menunjukkan kuatnya antusiasme komunitas selancar tanah air terhadap gelaran ini.
Candra menegaskan bahwa event ini tidak hanya diselenggarakan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk penguatan sport tourism di NTB. Senggigi, yang sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan, diharapkan semakin menegaskan posisinya sebagai magnet wisata nasional.
Dukungan Penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Dukungan penuh juga datang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui kehadiran Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Senggigi Open Surfing 2025 memiliki nilai strategis bagi NTB maupun pariwisata nasional. Event ini bertepatan dengan perayaan HUT ke-67 Provinsi NTB, sekaligus menjadi momentum apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ribuan kegiatan pariwisata di Indonesia setiap tahun.
Vinsensius menegaskan bahwa NTB memiliki paket lengkap sebagai destinasi event, dengan ragam kegiatan yang mencakup udara, laut, dan darat. Dari kompetisi paragliding, balap MotoGP, hingga berbagai event bahari termasuk surfing, NTB menunjukkan karakter yang membedakannya dari destinasi lain. Ia juga menyampaikan pesan dari Menteri Pariwisata agar masyarakat NTB menjadi tuan rumah yang baik, karena keramahan dan dukungan masyarakat dapat memberikan dampak luar biasa bagi pertumbuhan pariwisata.
Masa Depan Senggigi Open Surfing
Event ini diharapkan akan terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan. Dengan kontribusi positif dari pemerintah, komunitas, dan pelaku pariwisata, Senggigi Open Surfing 2025 diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam membangun ekosistem sport tourism yang lebih solid di NTB.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar