
Langit sore ini berubah menjadi jingga. Biasanya, warna ini muncul setelah hujan atau dalam kondisi khusus lainnya. Warna senja yang kemerahan ini membuatku teringat akan nuansa masa lalu yang sering muncul dalam foto dan film. Aku seperti terbawa oleh mesin waktu kembali ke masa lampau. Jika memang ada kesempatan untuk pergi ke era tertentu, ke mana aku ingin pergi?
Bunyi adzan Maghrib menggema di sekitar. Langit masih tetap berwarna jingga. Suasana sore hari ini terasa melankolis dan syahdu. Saat seperti ini akan lebih sempurna jika dinikmati dengan sesuatu yang gurih dan minuman hangat yang menyejukkan tenggorokan.
Perlahan, warna jingga itu mulai menghilang. Belum, belum gelap. Langit masih terang, hanya saja warnanya mulai berubah menjadi lebih kusam. Seperti cat air abu-abuan yang dicampurkan ke dalam palet warna. Kucing-kucing masih asyik bermain di halaman rumah. Aku mulai menghitung jumlah kucingku, dan rasa gelisah kembali menguasai pikiranku. Si Koko, Cemong, dan Opal belum juga terlihat. Ke mana trio nakal dan menggemaskan itu?
Oh ya, jika ada pertanyaan tentang era mana yang ingin aku kunjungi jika ada mesin waktu? Hmm, aku ingin kembali ke era 90-an hingga awal tahun 2000-an. Saat itu adalah masa puncak dari musik dan film. Dunia juga tidak sebegitu sibuk dan penuh gebyar seperti saat ini.
Warna abu-abu mulai mencampuri warna jingga di langit. Tidak lama lagi, matahari akan benar-benar tenggelam dan gelap akan menggantikan tahtanya. Secara samar-samar, terdengar bunyi gemericik hujan. Mungkin tidak lama lagi, hujan akan kembali turun.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar