Serapan APBD Kudus Capai 77,51 Persen, Beberapa OPD Masih Rendah di Bawah 50 Persen

Serapan APBD Kudus Capai 77,51 Persen, Beberapa OPD Masih Rendah di Bawah 50 Persen

Pemerintah Kabupaten Kudus Percepat Penyelesaian Proyek Fisik Tahun 2025

Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tengah mempercepat penyelesaian proyek fisik tahun anggaran 2025 dengan target selesai sebelum akhir Desember. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan penyerapan anggaran daerah (APBD) 2025 yang merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan keuangan daerah.

Bupati Kudus, Samani Intakoris, menyatakan bahwa beberapa proyek fisik memang belum sepenuhnya selesai. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan semua proyek dapat diselesaikan sesuai kontrak. "Kami upayakan semua bisa selesai sebelum akhir tahun anggaran. Setidaknya pihak ketiga yang mengerjakan proyek kegiatan bisa menyelesaikan sesuai kontrak, yakni 27 Desember 2025," ujarnya.

Data dari Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Kudus menunjukkan realisasi penyerapan anggaran hingga 30 November 2025 mencapai 77,51 persen dari 71 organisasi perangkat daerah (OPD). Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan Oktober yang hanya mencapai 65,49 persen. Dari total APBD 2025 sebesar Rp2,64 triliun, realisasi penyerapan mencapai Rp2,05 triliun.

Variasi Tingkat Penyerapan Anggaran di Berbagai OPD

Tingkat penyerapan anggaran antar-OPD bervariasi. Beberapa OPD mencatatkan penyerapan yang tinggi, sementara yang lain masih rendah. OPD dengan penyerapan tertinggi mencapai 94,29 persen, sedangkan yang terendah hanya 43,74 persen. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam pelaksanaan proyek fisik di berbagai instansi pemerintah setempat.

Beberapa OPD dengan alokasi anggaran besar masih memiliki penyerapan yang rendah. Contohnya, satu OPD dengan anggaran sebesar Rp181,46 miliar baru menyerap Rp89,64 miliar atau 49,40 persen. Angka ini menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap pengelolaan anggaran di instansi tersebut agar tidak terjadi pemborosan atau penundaan pelaksanaan proyek.

Contoh OPD dengan Penyerapan Anggaran Tinggi

Beberapa OPD berhasil meningkatkan penyerapan anggaran secara signifikan. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga misalnya, berhasil meningkatkan penyerapan anggaran sebesar 81,09 persen. Dari total anggaran sebesar Rp616,998 miliar, sebanyak Rp500,34 miliar telah terserap.

RSUD Loekmono Hadi Kudus juga mencatatkan penyerapan anggaran yang cukup baik. Dari total anggaran sebesar Rp393,52 miliar, sebanyak Rp275,12 miliar telah digunakan, atau setara 69,91 persen. Angka ini menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan milik pemerintah setempat berupaya maksimal dalam melaksanakan program dan kegiatan yang telah direncanakan.

Langkah Pemerintah untuk Meningkatkan Efisiensi Anggaran

Untuk memastikan penyerapan anggaran tetap optimal, pemerintah kabupaten Kudus terus memantau pelaksanaan proyek fisik di berbagai OPD. Selain itu, pihak terkait juga melakukan evaluasi berkala untuk mengidentifikasi kendala yang muncul selama proses pelaksanaan.

Beberapa langkah strategis ditempuh untuk mempercepat penyelesaian proyek, seperti koordinasi intensif antarinstansi, pemantauan lapangan, serta penguatan kapasitas tenaga pelaksana. Dengan demikian, diharapkan penyerapan anggaran akan terus meningkat dan proyek fisik dapat selesai tepat waktu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan