
SEMARANG, nurulamin.pro - Serah terima jabatan sekaligus rapat kerja DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang, Jawa Tengah, di hotel Jalan Gajah Raya, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Minggu (11/1/2026) malam, berakhir ricuh.
Kericuhan dipicu munculnya kembali mantan Ketua DPD PSI Kota Semarang, Melly Pangestu, ke dalam struktur kepengurusan baru sebagai Sekretaris DPD.
Sejumlah pengurus dan simpatisan PSI Kota Semarang saling bentak, nyaris melempar kursi, hingga saling dorong.
"Kalau soal ketua, kami sepakat Bangkit tetap menjadi Ketua DPD. Tapi poin krusialnya adalah masuknya kembali Melly Pangestu sebagai sekretaris. Itu yang tidak kami setujui,” kata Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafilah Rozaq.
Dia mengungkapkan bahwa dari total 16 DPC PSI se-Kota Semarang, sebanyak 13 DPC memilih melakukan walk out dari forum sertijab dan rapat kerja 2026 DPD PSI Kota Semarang yang baru.
"Tadi teman-teman menyampaikan kekecewaan karena persoalan SK. SK yang sebelumnya dikomunikasikan kepada DPC oleh DPD sebelum disahkan itu susunannya bukan seperti ini," lanjut dia.
Menurut Hanif, keputusan tersebut diambil lantaran adanya persoalan terkait surat keputusan (SK) dari DPP PSI mengenai struktur kepengurusan DPD PSI Kota Semarang.
"Yang disepakati oleh DPC-DPC adalah Ketua Bangkit Mahanantiyo, Sekretaris Bayu, dan Bendahara Irwan Leokita Wiharto Karunia. Namun setelah SK keluar, susunannya berubah. Itu yang menjadi pertanyaan kami,” ungkap Hanif.
Atas perubahan tersebut, 13 DPC PSI se-Kota Semarang mengaku kecewa dan menuntut kejelasan atas perubahan SK itu.
"Kami merasa dikecewakan. Kami tanya ke Ketua DPD, beliau juga mengaku tidak tahu. Makanya kami mempertanyakan ini kepada DPW. Tapi DPW juga menyampaikan tidak mengetahui. Padahal seharusnya alurnya dari DPD ke DPW dulu, baru ke DPP,” paparnya.
Tanggapan Ketua DPD PSI
Sementara itu, Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo, tidak membantah adanya kericuhan dalam forum tersebut.
Menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian dari proses pendewasaan politik dalam tubuh PSI, terutama bagi para kader yang ikut dalam forum.
Dinamika yang muncul selama kegiatan berlangsung akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran penting bagi seluruh kader dan jajaran DPC PSI di Kota Semarang.
"Walaupun ada sedikit dinamika, kami meyakini hal itu semata-mata untuk pendewasaan organisasi. Partai yang ingin menjadi besar ibarat pohon yang makin tinggi akan makin banyak diterpa angin," ucapnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar