
Evakuasi Empat Jenazah Akibat Longsoran di Sumedang
Pada hari Jumat, 2 Januari 2026 pukul 19:30 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi empat jenazah korban yang tertimbun longsoran pembangunan rumah di Dusun Cintamanah, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Operasi pencarian dan pertolongan ini dilakukan setelah terjadinya peristiwa longsor yang menimpa para pekerja konstruksi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Moch Adip, menjelaskan bahwa korban pertama yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia adalah Ade (60 tahun) pada pukul 16:55 WIB. Kejadian ini menjadi awal dari operasi evakuasi yang berlangsung secara intensif.
Berikutnya, pada pukul 18:05 WIB, tim SAR berhasil menemukan jenazah atas nama Hadmi Gunawan atau Ujang (40 tahun), yang merupakan warga Rancaekek Wetan. Proses pencarian terus berlanjut hingga pukul 18:48 WIB, saat jenazah Irfan Kurniadi (40 tahun) ditemukan. Irfan merupakan warga dari Desa Cileunyi Wetan.
Terakhir, pada pukul 19:04 WIB, korban terakhir yang dievakuasi adalah Heri Firmansyah (45 tahun), seorang warga Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Sumedang. Dengan ditemukannya keempat korban tersebut, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 19:30 WIB. Seluruh unsur SAR kembali ke kesatuan masing-masing.
Unsur-unsur yang Terlibat dalam Operasi SAR
Operasi penanganan bencana ini melibatkan berbagai instansi dan organisasi yang bekerja sama untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Berikut adalah daftar instansi yang terlibat:
- Basarnas
- Kantor SAR Bandung
- BPBD Provinsi Jawa Barat
- DVI Polda Jabar
- Polres Sumedang
- BPBD Kabupaten Sumedang
- Koramil
- INAFIS POLRI
- Brimob Polda Jabar
- Tagana Jatinangor
- Brigana KSPSI
- Polsek Jatinangor
- Dishub
- PLN
- PMI Sumedang
- Aparat kecamatan serta desa setempat
Peran Penting Tim SAR dalam Bencana
Tim SAR gabungan memainkan peran penting dalam situasi darurat seperti ini. Mereka tidak hanya bertugas mencari dan menyelamatkan korban, tetapi juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar proses evakuasi bisa berjalan efisien dan aman. Dalam kasus ini, kerja sama antara instansi pemerintah dan organisasi masyarakat sangat vital dalam menghadapi bencana alam.
Dengan adanya kerja sama yang baik, proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, sehingga risiko korban tambahan bisa diminimalisir. Semangat gotong royong dan komitmen untuk menyelamatkan nyawa manusia menjadi dasar dari tindakan yang dilakukan oleh seluruh unsur SAR yang terlibat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar