Setelah Pilkada, Wakil Ketua DPRD Ajak Semua Pihak Bersatu Bangun Majalengka Lebih Baik

Setelah Pilkada, Wakil Ketua DPRD Ajak Semua Pihak Bersatu Bangun Majalengka Lebih Baik

Konsolidasi Politik Pasca Pilkada untuk Membangun Majalengka yang Lebih Baik

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Haji Deden Herdian Narayanto, menekankan pentingnya konsolidasi politik pasca-Pilkada. Ia menilai hal ini sangat diperlukan agar roda pemerintahan dapat berjalan efektif dan selalu berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Deden dalam acara Ngobrol dan Kopi (NGOPI) yang diadakan oleh PWI Majalengka bersama para insan pers, Rabu (31/12/2025). Menurutnya, dinamika dan perbedaan pilihan politik selama masa Pilkada harus segera diakhiri setelah kepemimpinan baru di Kabupaten Majalengka ditetapkan.

"Sekarang kita sudah satu keluarga, satu perahu. Mau tidak mau kita harus bareng. Pilkada sudah selesai," ujar Deden.

Meskipun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak berada dalam barisan pendukung Bupati Majalengka H. Eman Suherman dalam Pilkada 2024 lalu, Deden menegaskan bahwa hal ini tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun Majalengka ke arah yang lebih baik.

Menurutnya, semua elemen masyarakat, mulai dari partai politik, DPRD, pemerintah daerah, media, hingga masyarakat sipil, memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan Majalengka Langkung SAE secara nyata dan berkelanjutan.

Peran DPRD sebagai Mitra Strategis

Deden juga menekankan posisi DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa hubungan antara DPRD dengan kepala daerah bersifat setara, bukan hubungan atasan dan bawahan.

"Setiap kebijakan pemerintah harus melalui DPRD. Ini adalah hubungan kemitraan, bukan hierarki," tegasnya.

Lebih lanjut, Deden menegaskan sikap politik PKS yang akan tetap objektif dan kritis dalam mengawal pemerintahan Bupati Eman Suherman dan Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan.

"Kalau kebijakannya baik dan berpihak pada rakyat, tentu kita dukung. Kalau tidak baik, kita sampaikan. Itu sikap kami," ujarnya.

Memastikan Langkung SAE Tidak Hanya Jargon

Deden juga mengingatkan agar tagline Langkung SAE tidak berhenti sebagai jargon politik semata, tetapi benar-benar diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Jangan sampai Langkung SAE hanya slogan, tapi dalam praktiknya angger wae," kata Deden.

Sinergi yang Kuat untuk Masa Depan Majalengka

Menutup pernyataannya, Deden berharap terbangunnya sinergi yang kuat antara DPRD, pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat luas, sehingga Majalengka dapat tumbuh menjadi daerah yang semakin maju, adil, dan sejahtera dari hari ke hari.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan