
Pemakaian dan Pengelolaan Ruang di Bundaran HI Setelah Tahun Baru
Pada pagi hari Kamis (1/1/2026), sejumlah panggung dan tenda yang digunakan dalam perayaan pergantian malam tahun baru di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) masih terlihat belum sepenuhnya dibongkar. Meskipun detik-detik perayaan telah berlalu setelah pukul 00.00 WIB dini hari, beberapa struktur tetap berdiri di lokasi tersebut.
Pantauan yang dilakukan pada pukul 06.14 WIB menunjukkan bahwa masih ada panggung besar yang terpasang di dekat monumen Selamat Datang Bundaran HI, tepatnya di Jalan MH Thamrin. Selain itu, sebuah panggung juga masih berdiri di trotoar sebelah timur Bundaran HI. Di sepanjang trotoar Jalan MH Thamrin yang berdekatan dengan halte Transjakarta Bundaran HI, lebih dari lima tenda masih terpasang. Tenda-tenda ini digunakan sebagai tempat para pengisi acara dalam perayaan pergantian tahun.
Terdapat keterangan nama-nama biduan alumni ajang pencarian bakat di stasiun televisi nasional pada masing-masing tenda. Di sekitar area tersebut, terlihat satu plastik berisi sampah. Sampah-sampah lain seperti bungkus makanan dan minuman juga berserakan di trotoar sebelah timur Bundaran HI.
Pada sekitar pukul 06.30 WIB, belasan orang tampak datang untuk merapikan tenda. Beberapa dari mereka mendekati panggung yang belum dibongkar untuk melakukan pembersihan. Sementara itu, sejumlah petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) sedang melakukan pembersihan sampah yang masih berserakan.
Salah seorang petugas PPSU, Amin (28), mengatakan bahwa pembersihan sampah sudah dimulai sejak pukul 05.30 WIB. Menurutnya, sampah-sampah yang menumpuk dibersihkan dan diangkut secara bertahap. "Sudah sejak tadi pagi-pagi. Ini kami selesaikan yang masih belum selesai," kata Amin. Ia menjelaskan bahwa sejumlah petugas masih menunggu seluruh panggung yang ada dibongkar dari kawasan Bundaran HI. "Karena pasti ada yang (sampah) di bawah-bawah panggung, atau terselip. Tetap ditunggu sampai panggung dirapikan," tambahnya.
Dampak terhadap Warga Sekitar
Beberapa warga mengeluhkan kondisi panggung yang belum dibongkar di kawasan Bundaran HI. Irwan (54) dan istrinya, Siti (50), yang tinggal di Jalan Gajahmada, Jakarta Pusat, merasa cukup terganggu dengan keadaan tersebut. Mereka sengaja datang pagi-pagi ke halte Bundaran HI karena ingin berfoto di lantai 2 halte. "Tadi naik bus (bus Transjakarta) ke sini. Kebetulan kan dekat ya. Kami datang pagi-pagi mau foto di tempat yang kelihatan Bundaran HI. Ternyata masih ada panggung," tutur Irwan.
"Jadi di belakang foto terlihat ada panggung kosong, baru Bundaran HI-nya. Tapi tidak apa-apa, hitung-hitung sekalian olahraga untuk lansia di tahun baru," katanya. Akhirnya, Irwan dan Siti memilih mengambil foto dengan angle lain, yakni kawasan Bundaran HI dengan latar belakang Plaza Indonesia.
Meski tidak mendapatkan foto persis seperti yang diinginkan, Irwan dan Siti tetap senang karena bisa bangun pagi di tahun baru. "Tetap senang karena tadi jalan kaki ke halte, naik bus, naik ke lantai 2 halte sini. Hari pertama tahun baru harus produktif," kata Siti.
Tantangan dalam Pengelolaan Area Pasca-Perayaan
Keberadaan panggung dan tenda yang belum dibongkar mencerminkan tantangan dalam pengelolaan ruang publik pasca-perayaan. Meski ada upaya pembersihan dari petugas PPSU, masih ada sisa-sisa sampah yang tersebar di sekitar area. Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara penyelenggara acara dan pihak pengelola lingkungan agar kebersihan dan estetika kawasan tetap terjaga.
Selain itu, keberadaan panggung dan tenda yang masih berdiri juga memengaruhi aktivitas warga sekitar, termasuk dalam hal fotografi dan kegiatan harian. Oleh karena itu, perlu adanya rencana pengelolaan yang lebih baik dalam menyelenggarakan acara besar di kawasan publik seperti Bundaran HI.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar