Setelah Terbang Awal Tahun 2026, Harga Emas Antam di Bandung dan Cimahi Hari Ini Turun Drastis

Setelah Terbang Awal Tahun 2026, Harga Emas Antam di Bandung dan Cimahi Hari Ini Turun Drastis

Pergerakan Harga Emas Antam pada Akhir Tahun 2025

Harga emas Antam kembali mengalami penurunan pada hari Sabtu (3/1/2026), dengan harga emas 24 karat turun sebesar Rp 16.000 per gram menjadi Rp 2.488.000. Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga emas sempat naik cukup tinggi, menunjukkan fluktuasi yang biasa terjadi di pasar logam mulia.

Berdasarkan data dari Logam Mulia Antam, harga emas batangan untuk berbagai ukuran juga ditampilkan sebagai berikut:

  • Emas 0,5 gram: Rp 1.294.000
  • Emas 1 gram: Rp 2.488.000
  • Emas 2 gram: Rp 4.916.000
  • Emas 3 gram: Rp 7.349.000
  • Emas 5 gram: Rp 12.215.000
  • Emas 10 gram: Rp 24.375.000
  • Emas 25 gram: Rp 60.812.000
  • Emas 50 gram: Rp 121.545.000
  • Emas 100 gram: Rp 243.012.000
  • Emas 250 gram: Rp 607.265.000
  • Emas 500 gram: Rp 1.214.320.000
  • Emas 1.000 gram: Rp 2.428.600.000

Dalam satu minggu terakhir, harga emas Antam berada dalam kisaran antara Rp 2.488.000 hingga Rp 2.596.000 per gram. Sementara itu, secara bulanan, harga emas masih menunjukkan tren penguatan, dengan kisaran antara Rp 2.403.000 hingga Rp 2.605.000 per gram.

Selain harga jual, harga buyback juga mengalami penurunan sebesar Rp 17.000 per gram menjadi Rp 2.346.000 per gram. Harga buyback adalah harga yang diberikan oleh Antam jika Anda ingin menjual emas batangan Anda.

Proyeksi Harga Emas di Akhir Tahun 2025

Menurut pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, harga emas global diperkirakan akan bergerak ke level US$ 4.550 per troy ons hingga akhir tahun. Di pasar domestik, harga emas diperkirakan dapat menembus kisaran antara Rp 2.650.000 hingga Rp 2.700.000 per gram.

“Pada akhir tahun 2025, harga emas berpeluang berada di rentang Rp 2.650.000 sampai Rp 2.700.000 per gram,” ujar Ibrahim dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa pergerakan harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik global maupun domestik. Beberapa faktor tersebut meliputi situasi geopolitik, dinamika politik Amerika Serikat, kebijakan bank sentral AS, perang dagang, serta keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Salah satu sentimen utama yang memengaruhi harga emas adalah ketegangan geopolitik. Ketegangan tidak hanya terjadi di Timur Tengah dan Eropa, tetapi juga meluas ke Amerika Latin serta kawasan Laut Asia Timur. Hal ini turut mendorong minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Ketegangan geopolitik sering kali membuat pasar lebih waspada terhadap risiko ekonomi dan keamanan, sehingga meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset yang relatif stabil. Selain itu, kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral AS juga berdampak pada harga emas, karena dolar AS sering kali memiliki hubungan terbalik dengan harga emas.

Prediksi dan Perkembangan Harga Emas

Sebelumnya, pada hari Kamis (25/12), harga emas Antam tercatat sebesar Rp 2.576.000 per gram, turun Rp 14.000 dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa pasar emas masih sangat sensitif terhadap berbagai faktor eksternal.

Dengan perkembangan situasi global yang terus berubah, investor dan masyarakat umumnya akan terus memantau harga emas untuk memperkirakan potensi kenaikan atau penurunan di masa mendatang. Dengan adanya proyeksi kenaikan harga emas di akhir tahun 2025, banyak orang mulai mempertimbangkan investasi dalam bentuk emas batangan sebagai alternatif aset yang aman.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan