Setiap Malam Tidur di Mobil, Supriyono Tewas di Rumah Ibu dengan Pintu dan Terpal Terbuka

Kematian Pria di Blitar Setelah Tidur di Dalam Mobil

Seorang pria berusia 63 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya yang terparkir di halaman rumah ibunya di Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Korban, bernama Supriyono, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di bangku tengah mobil Toyota Kijang pada Senin (8/12/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut Kapolsek Kanigoro Polres Blitar, AKP Didik Sugiarto, korban biasanya tidur di dalam mobil setiap malam dan tidak pernah tinggal di dalam rumah. Ia menemani ibunya yang tinggal di lingkungan yang sama. Namun, selama hampir satu bulan terakhir, korban memilih untuk tidur di dalam mobil yang parkir di halaman rumah ibunya.

Anak korban akhirnya mengecek ke rumah neneknya setelah melihat bahwa korban belum pulang ke rumah hingga pukul 06.00 WIB. Saat dicek, korban sudah meninggal dunia di dalam mobil.

Dari hasil visum luar yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pintu mobil bagian kiri terbuka sedikit, dan bodi mobil juga ditutup dengan terpal sebagian. Posisi korban saat ditemukan adalah miring di bangku tengah mobil.

Keluarga mengatakan bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit. Meski demikian, polisi masih mendalami penyebab kematian korban. Ada kemungkinan korban meninggal karena serangan jantung atau keracunan gas karbon monoksida (CO), meskipun belum ada bukti yang pasti.

Bahaya Tidur di Dalam Mobil

Tidur di dalam mobil semalaman dapat membahayakan kesehatan secara ilmiah. Salah satu risiko utama adalah keracunan gas karbon monoksida (CO), yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Gas ini berasal dari hasil pembakaran mesin kendaraan, terutama jika mesin tetap menyala atau kendaraan diparkir di ruang tertutup seperti garasi.

Karbon monoksida memiliki kemampuan mengikat hemoglobin dalam darah hingga 200 kali lebih kuat dibanding oksigen, sehingga menghambat suplai oksigen ke jaringan vital seperti otak dan jantung. Gejala awal yang bisa terjadi antara lain pusing, kantuk berlebihan, mual, sakit kepala, hingga kehilangan kesadaran.

Selain itu, suhu di dalam mobil yang tertutup juga bisa berubah ekstrem akibat efek rumah kaca. Suhu bisa menjadi sangat panas di siang hari maupun sangat dingin pada malam hari, yang dapat mengganggu mekanisme pengaturan suhu tubuh dan meningkatkan risiko hipotermia atau dehidrasi.

Posisi tidur yang sempit dan tidak ergonomis juga dapat menekan aliran darah, mengiritasi saraf, serta memicu nyeri otot dan sendi. Selain itu, kualitas tidur yang buruk akibat rendahnya kadar oksigen, kebisingan, dan getaran lingkungan juga berdampak pada fungsi otak, sistem imun, serta keseimbangan hormon.

Secara keseluruhan, tidur semalaman di dalam mobil bukan hanya tidak nyaman tetapi juga mengandung risiko kesehatan serius yang dapat berujung fatal.

Tewas Setelah Terjebak 9 Jam dalam Mobil

Kisah serupa juga terjadi pada seorang pria yang meninggal dunia setelah terjebak dalam mobil selama 9 jam. Kejadian tersebut terjadi saat kemacetan parah di Puncak Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (15/9/2024) pukul 21.00 WIB.

Banyak kendaraan terjebak dalam kemacetan, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat. Jenazah korban disemayamkan sementara di masjid sekitar lokasi kejadian. Menurut warga, korban memiliki riwayat asma.

Ambulans tidak bisa langsung mencapai titik lokasi karena kemacetan yang parah. Akhirnya, jenazah korban disemayamkan sementara di masjid di sekitar lokasi.

Wisatawan yang terjebak dalam kemacetan mengatakan bahwa kendaraan tidak bergerak sama sekali. Beberapa orang bahkan harus menunggu delapan jam untuk keluar dari area tersebut. Bus yang ditumpangi korban terjebak di Gunung Mas sejak pukul 13.00 WIB.

Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah untuk mengatasi kemacetan parah di kawasan Puncak, Bogor. Sistem one way ke arah Jakarta diberlakukan selama 14 jam, mulai dari Minggu (15/9/2024) siang hingga Senin (16/9/2024) dini hari.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan