Setiap Orang Berkontribusi

Setiap Orang Berkontribusi

Banjir di Kota Banjarmasin Terus Mengancam Kehidupan Masyarakat

Banjir yang terjadi di Kota Banjarmasin sudah berlangsung lebih dari seminggu. Luapan air sungai mengakibatkan sejumlah permukiman warga yang berada dekat sungai terendam, serta beberapa titik jalan protokol di kota ini juga tergenang dengan ketinggian yang bervariasi. Hal ini menyebabkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan memengaruhi perekonomian mereka.

Banyak warga mengeluh karena kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Aktivitas ekonomi, terutama di sektor jasa dan perdagangan, juga mengalami penurunan. Misalnya, di Pasar Gawi Manuntung, Pemurus Baru, pedagang mengaku omzet mereka turun hingga 50 persen akibat pembeli enggan melintasi genangan air saat banjir. Selain itu, distribusi barang menjadi terhambat, sehingga memperparah dampak ekonomi tersebut.

Di lingkungan pendidikan, banjir juga memengaruhi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Seperti yang diberlakukan di SDN Pemurus Baru 3 Banjarmasin, genangan air setinggi betis orang dewasa membuat aktivitas tatap muka tidak mungkin dilakukan. Bahkan, kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Jalan Hasan Basri, Kayutangi pun ikut terdampak oleh banjir.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas II Syamsudin Noor memberikan peringatan dini cuaca di Kalimantan Selatan. Dalam beberapa hari ke depan, hujan yang disertai petir dan angin kencang masih akan terjadi di hampir seluruh wilayah Kalsel. Pada tanggal 12-14 Desember 2025, hujan sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang pada siang atau sore hari berpotensi terjadi di seluruh wilayah Kalsel, termasuk di Banjarmasin.

Sampai hari ini, video atau foto terkait kawasan yang terendam banjir di Banjarmasin masih sering muncul di media sosial. Banyak warga mengadu dan berharap pihak berwenang, yaitu pemerintah daerah, bisa segera menyelesaikan masalah ini. Sebagai pemangku kebijakan, pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif untuk mengatasi banjir yang terus terjadi.

Namun, pemerintah sendiri tidak bisa langsung menyelesaikan masalah ini hanya dengan satu langkah. Fenomena banjir tidak terjadi begitu saja, melainkan ada proses dan pemicu yang menyebabkannya. Bisa saja akibat faktor alam seperti hujan deras, tetapi juga bisa disebabkan oleh tindakan manusia sendiri.

Salah satu contoh yang mudah dilihat adalah tersumbatnya drainase akibat sampah yang dibuang sembarangan atau alih fungsi lahan. Soal drainase, sebenarnya Pemko Banjarmasin telah melakukan pembenahan di kawasan protokol atau area penting kota. Namun, hal tersebut belum cukup untuk menyelesaikan masalah banjir secara menyeluruh.

Perlu adanya komitmen dari semua pihak agar masalah banjir tidak menjadi kejadian tahunan yang selalu terjadi saat musim penghujan. Pemerintah harus bersiap dengan program dan anggaran yang fokus pada pencegahan banjir. Sementara itu, masyarakat juga tidak boleh abai terhadap tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Setiap orang memiliki peran masing-masing agar bencana ini tidak terus terulang.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan