Sherly Anak Mpok Alpa Menghilang 3 Hari, Isyarat Tak Kembali: Jauh dari Rumah

Sherly Anak Mpok Alpa Menghilang 3 Hari, Isyarat Tak Kembali: Jauh dari Rumah

Peristiwa Hilangnya Sherly, Anak Almarhum Mpok Alpa

Sherly, anak kandung pertama almarhum Mpok Alpa, menghilang selama tiga hari sebelum sidang penetapan ahli waris di Pengadilan Agana Jakarta Selatan. Hal ini menyebabkan sidang tersebut terpaksa ditunda karena kehadiran Sherly dinilai penting dalam proses persidangan.

Dari akun Instagram miliknya @mrshrlynaaa, Sherly memposting foto dirinya sedang berada di mobil dan menulis pesan yang menyiratkan bahwa ia akan pergi jauh. "Yang jauh pokoknya," tulisnya. Pesan itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan keluarga dan pihak terkait.

Sherly merupakan putri dari almarhum Mpok Alpa dan suaminya yang pertama. Kehilangannya menimbulkan banyak spekulasi, termasuk dugaan bahwa ia kabur dari rumah menjelang sidang penetapan ahli waris. Namun hingga saat ini, tidak ada informasi pasti tentang keberadaannya.

Penjelasan Keluarga dan Pihak Terkait

Kakak almarhum Mpok Alpa, Mpok Banong, mengaku tidak tahu informasi tentang kehilangan Sherly. Ia menyayangkan sikap Aji Darmaji, suami almarhum Mpok Alpa, yang tidak memberitahu keluarga tentang kaburnya Sherly dari rumah. Mpok kagak tahu, kan mpok jarang ke sana, ujar Banong.

Menurut Banong, kepergian Sherly berdampak pada penundaan sidang permohonan ahli waris di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Ia juga merasa heran dengan sikap Aji Darmaji yang tidak memberi tahu keluarga soal kehilangan Sherly. Bang Aji jugga nggak ngasih tahu, nggak ngabarin. Apa dia takut apa gimana, tambahnya.

Banong mengatakan bahwa ia masih bertemu Sherly ketika berkunjung ke rumah almarhum Mpok Alpa. Mpok ke sana seminggu dua kali, kalau nggak seminggu tiga kali. Masih (ketemu Sherly), ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ia pernah menitipkan Sherly kepada Aji Darmaji. Soalnya kan gini, mpok nitip sama Bang Aji nih. Mpok nitip Sherly jaga baik-baik gitu. Dia sebagai orang tua kan tahu ya.

Perkembangan Terbaru

Aji Darmaji, suami almarhum Mpok Alpa, mengatakan bahwa Sherly pergi tanpa izin dan tidak dapat dihubungi. Ponselnya juga tidak aktif. Nggak ada hujan, nggak ada angin tiba-tiba ini anak nggak ada kabar, ujar Aji kepada awak media di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Ia merasa heran dengan kehilangan Sherly karena ini pertama kalinya terjadi. Nggak pernah sebelumnya dia kayak gini, kata Aji. Menurutnya, hubungan dengan Sherly selama ini baik dan tidak ada tanda-tanda pertengkaran. Ia bahkan sudah memberi tahu jadwal sidang kepada Sherly beberapa minggu sebelumnya. Ada dua mingguan saya bilang, Nanti Kak mau sidang ya sama Om Zaki, dan dia jawab Iya Bi. Tiba-tiba pas pulang ke Ciganjur, saya nggak tahu kenapa langsung hilang, tuturnya.

Aji mengaku terus berusaha mencari keberadaan Sherly lewat teman-temannya dan berharap kepergian Sherly bukan karena pengaruh pihak luar. Saya berharapnya baik sangka. Mudah-mudahan nggak ada provokasi. Mungkin dia lagi nenangin pikiran, ungkapnya.

Hingga kini, Aji belum melaporkan kehilangan tersebut ke polisi dan berharap Sherly segera pulang. Nggak bisa tidur, kepikiran terus. Mudah-mudahan Sherly cepat kembali. Kalau ada masalah, bicara baik-baik, imbuhnya.

Permohonan Penetapan Wali atas Anak

Sebelumnya, Aji Darmaji mendatangi Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk mengajukan penetapan perwalian anak-anaknya. Didampingi kuasa hukumnya, Zaki Ramdani, Aji ingin melakukan penetapan sebagai wali sah untuk anak-anaknya yang masih di bawah umur.

Menurut Zaki, permohonan penetapan perwalian dilakukan karena anak-anak masih di bawah umur. Meskipun Aji sudah berstatus sah sebagai ayah kandung, namun baginya perlu ada penetapan hukum atas status perwalian tersebut.

Ini permohonan penetapan perwalian karena anak-anak masih di bawah umur. Memang hak asuh untuk merawat secara otomatis jatuh ke ayah kandungnya tapi dibutuhkan penetapan perwalian untuk pemberkasan nanti, jelas Zaki.

Alasan penetapan perwalian tersebut, guna mempermudah Aji dalam mengurus berbagai dokumen administratif untuk anak. Terlebih, Aji ingin menyekolahkan anaknya sampai luar negeri.

Misalkan untuk masuk sekolah karena anak-anak tidak bisa tanda tangan, belum cakap umurlah. Makanya Bang Aji sebagai ayah kandung meminta penetapan tersebut. Bang Aji ingin menyekolahkan anaknya ke luar negeri, lanjutnya.

Pria yang dulunya kerja sebagai manajer Mpok Alpa itu, juga menegaskan tidak ada kaitan antara penetapan perwalian yang diajukannya dengan dugaan konflik warisan. Pihaknya membantah isu yang beredar luas terkait hal itu. Nggak ada konflik (warisan), kita urus administrasi aja. Biar lebih aman, tukas Aji.

Kini menjadi orang tua tunggal untuk empat anak, Aji menegaskan tidak akan mengungkit soal warisan mendiang istrinya. Ia berucap akan menyerahkan semua peninggalan almarhumah Mpok Alpa untuk anaknya. Nggak ada hal-hal kayak gitu, semua yang kita miliki dari nol sama almarhum itu semuanya buat anak-anak. Ke anak-anak (diwariskan). Nggak ada benturan warisan, tegas Aji lagi.

Diketahui, Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) setelah beberapa tahun terakhir berjuang melawan sakit kanker payudara.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan