Siaga banjir! Pramono Anung perintahkan operasi modifikasi cuaca Jakarta, siapkan anggaran hingga se

nurulamin.pro Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait potensi hujan lebat yang disertai angin kencang yang menghantui Jakarta seminggu kedepan. Pemprov DKI Jakarta pun akan kembali melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) selama lima hari berturut-turut untuk "menjinakkan" potensi hujan lebat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca ini sudah mulai berjalan sejak hari ini, Selasa (13/1). Operasi ini dikomandoi langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

"Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ini. Karena memang data BMKG itu kurang lebih hampir sama dengan yang kemarin," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/1).

Anggaran Siaga Hingga 30 Hari

Selain operasi lima hari ini, Pemprov DKI juga telah menyiagakan anggaran khusus untuk memperpanjang modifikasi cuaca hingga satu bulan ke depan jika situasi terus memburuk.

Pramono menilai, intervensi cuaca di langit jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan harus berjibaku dengan banjir.

"Karena hitungan yang kami lakukan, dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca," jelas dia.

Melalui strategi "payung sebelum hujan" ini, diharapkan intensitas hujan ekstrem dapat ditekan seminimal mungkin. Fokus utamanya adalah memastikan aktivitas warga Jakarta tidak terganggu oleh banjir kiriman maupun lokal.

"Sehingga dengan demikian, untuk lima hari ke depan, kami sudah meminta untuk dilakukan modifikasi cuaca. Mudah-mudahan ini akan tertangani, teratasi secara lebih baik," imbuhnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan