Siap Hadapi Banjir, Jateng Siapkan 15 Pompa Mobile untuk Tahun 2026

Siap Hadapi Banjir, Jateng Siapkan 15 Pompa Mobile untuk Tahun 2026

Pembangunan Infrastruktur Penguatan DAS dan Embung di Jawa Tengah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyelesaikan sejumlah pembangunan infrastruktur penguatan daerah aliran sungai (DAS) dan embung pada tahun 2025. Proyek ini memberikan manfaat nyata dalam mengurangi dampak rob, memaksimalkan penggunaan pompa tenaga surya, serta meningkatkan irigasi pertanian.

Tanggul Sungai Bremi–Meduri di Kota Pekalongan

Di Kota Pekalongan, Pemprov Jateng melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) menuntaskan pembangunan tanggul Sungai Bremi–Meduri sepanjang 2.333 meter. Konstruksi parapet beton cyclop ini berhasil meminimalkan dampak rob di tiga desa: Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo.

Kepala Desa Mulyorejo, Samroni, mengatakan bahwa keberadaan tanggul membuat warga tidak lagi khawatir menghadapi rob. “Sejak adanya parapet ini, yang dulu hampir setiap hari ada luapan sungai, sekarang sudah tidak ada lagi. Jalan pun tidak tergenang,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Revitalisasi Embung di Kabupaten Kendal

Manfaat infrastruktur juga dirasakan oleh petani di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Revitalisasi embung setempat membantu pemenuhan kebutuhan air pertanian. Salah satu petani, Matori, mengaku keberadaan embung sangat membantu, terutama saat musim kemarau. Embung berkapasitas 11.400 meter kubik itu mampu mengairi sekitar 25 hektare lahan pertanian. “Manfaatnya besar. Kalau musim kemarau biasanya tidak panen, sekarang bisa terairi dan hasil panen juga meningkat,” katanya.

Pembangunan Embung dan Perbaikan DAS

Kepala Dinas Pusdataru Jateng, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 ada delapan pembangunan embung baru dan dua revitalisasi embung. Selain itu, terdapat 14 paket perbaikan DAS. Pembangunan tanggul Sungai Bremi–Meduri sepanjang 733 meter merupakan bagian proyek tahun jamak sejak 2021.

“Untuk Bremi–Meduri, tanggul ditinggikan sekitar 1,5 meter. Dengan begitu, tiga desa yang sebelumnya selalu tergenang kini kondisinya sudah relatif aman,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Henggar menambahkan bahwa sebagian besar pembangunan embung dan DAS pada 2025 sudah rampung, meski ada dua embung yang masih menunggu penyelesaian karena kendala teknis. Fokus penanganan DAS, terutama Pemali dan Bodri, tetap pada ketahanan pangan melalui peningkatan fungsi embung dan jaringan irigasi.

Pompa Air Tenaga Surya di Kabupaten Demak

Pemprov Jateng juga akan mengoperasikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Pompa ini, berkapasitas 2 x 125 liter per detik, bekerja dengan sistem hibrida menggunakan panel surya dan suplai listrik. Peresmiannya dijadwalkan Rabu (31/12/2025).

“Wilayah Lengkong berada di elevasi rendah. Air rob sulit keluar dan saat hujan volumenya semakin bertambah. Dengan pemasangan pompa ini, kami harap persoalan genangan bisa teratasi,” imbuhnya.

Persiapan Menghadapi Bencana Hidrometeorologis

Menyongsong 2026, Henggar menyebut Pemprov Jateng siap menghadapi bencana hidrometeorologis dengan menyiapkan 15 unit pompa mobile berkapasitas 250 liter per detik. Ia juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan agar dampak siklus hidrometeorologis dapat diminimalkan.

“Ini harus dibarengi langkah konkret dari masyarakat, misalnya tidak merusak DAS yang sudah dibangun,” pungkas Henggar.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan