
Persiapan Menghadapi Libur Nataru dan Bencana di Coban Rondo
Pengelola tempat wisata air terjun Coban Rondo di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, telah melakukan berbagai langkah persiapan menghadapi momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sekaligus antisipasi menghadapi bencana. Berbagai skema evakuasi dan peningkatan kesiapan personel sudah disiapkan agar dapat menangani situasi darurat dengan cepat.
Manajer Klaster Malang PT Perhutani Alam Wisata Risorsis, Imam Basori, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengoptimalan personel baik dari internal maupun eksternal. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan pengunjung jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
"Kami memiliki 25 personel internal dan tambahan dari eksternal sebanyak 7 orang. Kami juga mendapatkan bantuan dari unsur TNI-Polisi setempat serta pihak kecamatan dan Perhutani. Semua sumber daya ini kami optimalkan dan kerahkan untuk membantu evakuasi pengunjung apabila terjadi kejadian," ujar Imam Basori pada Jumat (12/12/2025).
Meskipun saat ini belum memiliki peralatan peringatan dini atau Early Warning System (EWS), pihak pengelola tetap melakukan kesiapan mitigasi bencana. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Memasang rambu-rambu petunjuk arah evakuasi
- Memasang pagar pengaman agar pengunjung tidak masuk ke area bawah air terjun
- Rutin memantau informasi perkembangan kondisi cuaca
"Ketika hujannya deras dan ekstrem serta kondisinya berbahaya, maka kami lakukan penutupan sementara waktu. Apabila ada pengunjung masih berada di dalam, maka personel kami akan saling berkomunikasi dan mengkondisikan evakuasi pengunjung untuk segera keluar dari area Coban," tambahnya.
Namun sejauh ini, penutupan sementara belum pernah dilakukan karena kondisi hujan di wilayah tersebut masih normal dan tidak terlalu ekstrem. "Kami berharap jangan sampai terjadi kejadian apapun," ujarnya.
Imam Basori memperkirakan bahwa saat momen libur Nataru 2025/2026, jumlah pengunjung di Coban Rondo akan meningkat hingga 25 persen dibandingkan saat hari biasa atau saat libur akhir pekan.
"Jika hari biasa sekitar 500 sampai 700 pengunjung per hari, dan saat libur akhir pekan bisa sampai 1.500 pengunjung. Maka untuk momen libur Nataru nanti, kami prediksi ada peningkatan hingga 25 persen. Sehingga kami berharap, kondisi cuaca saat libur Nataru kondusif karena aspek ini juga mempengaruhi," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Surabaya, Samsul Huda, datang ke tempat wisata Coban Rondo dengan mengajak istri dan ketiga anaknya. Ia mengaku sempat khawatir dengan kondisi cuaca ekstrem di Malang Raya yang rawan terjadi bencana.
"Tadi sebelum berangkat, saya cek informasi cuaca di wilayah Malang termasuk menghubungi saudara saya yang ada di Pujon. Ternyata hari ini kondisinya aman dan tidak hujan sama sekali, jadi tidak khawatir dan langsung berangkat ke sini," pungkasnya.
Langkah-Langkah Mitigasi Bencana yang Dilakukan
Beberapa langkah mitigasi bencana yang telah dilakukan oleh pengelola Coban Rondo antara lain:
- Pemantauan Cuaca: Pihak pengelola rutin memantau perkembangan kondisi cuaca untuk memastikan keamanan pengunjung.
- Pemasangan Rambu Petunjuk Evakuasi: Papan-papan petunjuk arah jalur evakuasi telah dipasang agar pengunjung dapat dengan mudah menemukan jalur aman jika terjadi bencana.
- Pengamanan Area: Pagar pengaman telah dipasang untuk mencegah pengunjung masuk ke area bawah air terjun yang berpotensi berbahaya.
- Penambahan Personel: Selain personel internal, pihak pengelola juga menambahkan personel eksternal serta melibatkan TNI-Polisi dan pihak kecamatan.
Dengan langkah-langkah ini, pengelola berharap dapat memberikan perlindungan maksimal bagi pengunjung selama masa libur Nataru dan menghadapi potensi bencana alam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar