
Inisiatif Kemanusanaan yang Menggemparkan
Ferry Irwandi menjadi sorotan dalam peristiwa bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Ia berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 10,3 miliar dalam waktu 24 jam untuk membantu para korban banjir dan longsor. Donasi ini diinisiasi oleh tim Malaka Project, sebuah platform edukasi digital yang membahas isu sosial, politik, ekonomi, hingga filsafat.
Penggalangan Dana yang Luar Biasa
Penggalangan dana yang dilakukan oleh Ferry Irwandi dan timnya mencapai angka yang sangat luar biasa. Dalam waktu singkat, lebih dari 87 ribu partisipan telah berkontribusi langsung melalui live streaming Ferry Irwandi. Angka ini jauh melampaui target awal yang hanya sebesar Rp 1 miliar. Donasi yang terkumpul akan disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling terdampak, terutama Aceh Tamiang.
“Dalam 24 jam lebih dari 87 ribu orang sudah membantu dan donasinya tembus Rp 10,3 miliar,” tulis Malaka Project dalam rilisnya.
Ferry Irwandi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan menegaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Selain Aceh Tamiang, daerah lain yang menjadi sasaran penerima bantuan antara lain Tapanuli, Aceh Utara, Aceh Tengah, Sibolga, Kabupaten Agam, dan Palembayan.
Profil Ferry Irwandi
Ferry Irwandi lahir pada 16 Desember 1991 di Jambi. Ia dikenal sebagai kreator konten dan aktivis sosial yang sering membahas topik-topik berat dengan cara yang relevan bagi anak muda. Ia juga dikenal karena pemikirannya yang kritis dan lugas.
Sebagai lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Ferry pernah bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Keuangan selama sekitar 10 tahun. Ia bekerja sebagai videografer di instansi tersebut sebelum akhirnya mengundurkan diri pada tahun 2022.
Ferry mulai aktif di platform YouTube pada 2010 dengan membuat konten edukasi, termasuk politik, keuangan, filsafat stoikisme, dan isu sosial. Ia juga berhasil menamatkan gelar Magister di Universitas Central Queensland, Australia.
Pada 2023, Ferry bersama sejumlah konten kreator seperti Jerome Polin dan Coki Pardede merilis Malaka Project di Djakarta Theater. Platform ini mengedepankan logika, data, dan pendekatan ilmiah dalam melihat isu sosial, politik, dan ekonomi untuk meningkatkan kualitas berpikir masyarakat, khususnya generasi muda.
Peran Ferry sebagai CEO Malaka Project
Ferry didapuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) platform tersebut. Ia dikenal vokal terhadap isu sosial, seperti bahaya judi online (judol), kebijakan pemerintah yang kontroversial, hingga etika pejabat publik. Ia sering membongkar modus penipuan berkedok trading atau investasi bodong, serta mengkritik influencer lain yang mempromosikan situs judi.
Selain itu, Ferry juga menjadi salah satu orang yang mempopulerkan ajaran Stoikisme di kalangan anak muda Indonesia sebagai cara untuk mengelola emosi dan menjalani hidup yang tangguh.
Stoikisme adalah filsafat kuno yang mengajarkan pengendalian diri dan ketenangan batin untuk mencapai kebahagiaan dengan hidup selaras dengan alam dan akal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar