Siapa KH Asnawi Kudus, Perayaan Haulnya Diisi Aktivitas Seru Selama Seminggu

Siapa KH Asnawi Kudus, Perayaan Haulnya Diisi Aktivitas Seru Selama Seminggu

Perayaan Haul ke-68 KH Raden Asnawi di Kudus

Haul ke-68 KH Raden Asnawi diselenggarakan dengan berbagai rangkaian kegiatan selama sepekan penuh, mulai dari 10 hingga 16 Desember 2025. Acara ini menjadi momen penting dalam mengenang perjuangan tokoh pendiri dan penggerak Jam'iyyah Nahdlatul Ulama (NU), KH Raden Asnawi.

Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian acara adalah Napak Tilas Laku KHR. Asnawi. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari kalangan santri, fatayat, muslimat, Ansor, IPNU-IPPNU, serta masyarakat umum. Rute napak tilas dimulai dari Ponpes Putri Al Asnawiyyah atau Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin Bendan, Kerjasan, Kota Kudus menuju kompleks Makam Sunan Muria, pada Jumat (12/12/2025).

Peserta napak tilas dilepas oleh Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, pada siang hari. Mereka diperkirakan menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam untuk kembali ke titik start pada petang hari. Kegiatan ini tidak hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menjadi simbol perjalanan spiritual untuk mengenang perjuangan KH Raden Asnawi dalam menyebarkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah.

Perayaan Haul ke-68 mengusung tagline "Suluh Peradaban, Mulat Ngelmu lan Laku". Tagline ini mencerminkan semangat untuk terus memperkuat nilai-nilai keislaman dan pembelajaran yang telah diwariskan oleh KH Raden Asnawi.

Panitia Haul, Muhammad Zainuri, menjelaskan bahwa kegiatan napak tilas diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dan santri Kudus untuk meneladani keteladanan, perjuangan, kegigihan, dan ketulusan hati KH Raden Asnawi dalam mengembangkan agama Islam. Dalam catatan sejarah, KH Raden Asnawi rutin memberikan pengajian dan bimbingan agama kepada masyarakat pegunungan di Kudus setiap Jumat tertentu di Masjid Sunan Muria, dengan jalan kaki atau menggunakan transportasi lokal pada zamannya.

Zainuri berharap, perjuangan KH Raden Asnawi dapat diteladani oleh masyarakat dan santri Kudus dalam memperjuangkan Islam. Termasuk dalam hal perjuangan santri dalam menuntut ilmu, baik melalui sekolah maupun ngaji.

"Melalui kegiatan napak tilas ini, kami harap generasi sekarang bisa mengambil pembelajaran mendalam. Sehingga bisa mengambil pelajaran terkait apa saja yang sudah dilakukan KHR Asnawi," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa napak tilas bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga sebagai perjalanan spiritual untuk mengenang perjuangan KH Raden Asnawi dalam berjuang untuk Islam dan masyarakat Kudus. Nilai-nilai yang telah diwariskan KH Raden Asnawi diharapkan dapat dicontoh dalam membentuk karakter para santri dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, menyampaikan bahwa KH Raden Asnawi merupakan tokoh penting bagi Kabupaten Kudus dan Indonesia secara umum, khususnya bagi Jamiyyah Nahdlatul Ulama. Ia menilai bahwa perjuangan KH Raden Asnawi dalam menyebarkan agama Islam sangat luar biasa, termasuk perjuangan jalan kaki dalam menyebarkan ajaran Islam.

"Kita sebagai generasi muda, harus meneruskan apa yang dirintis oleh romo kiyai sejak dulu. Budaya adalah bagian dari semangat kita, semangat anak muda," tuturnya.

Rangkaian Kegiatan Haul ke-68 KHR. Asnawi

Rangkaian kegiatan Haul ke-68 KHR. Asnawi dimulai dari Halaqah Turats KHR. Asnawi pada 10 Desember 2025 di Majlis Gusjigang Qudsiyyah. Dilanjutkan dengan Ziarah Muasis Madrasah Qudsiyyah pada 11 Desember di Makam KHR. Asnawi, kompleks Makam Sunan Kudus.

Napak Tilas Laku KHR. Asnawi diadakan pada 12 Desember, dimulai dari Pondok Bendan menuju Masjid Makam Sunan Muria. Bahtsul Masail dilaksanakan pada malam hari tanggal yang sama di Langgar Pondok Bendan.

Pada 14 Desember, dilakukan Ziarah Pendiri dan Penggerak Nahdlatul Ulama di Makam KHR. Asnawi kompleks Makam Sunan Kudus. 68 Khataman Sejagat diadakan pada 15 Desember di Makam KHR. Asnawi kompleks Makam Sunan Kudus.

Khatmil Quran Bil Ghaib dilaksanakan pada malam hari tanggal 15 Desember di Langgar Pondok Bendan. Tahlil Umum diadakan pada 16 Desember di Makam KHR. Asnawi kompleks Makam Sunan Kudus dengan pitutur luhur Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar.

Puncak acara adalah Pengajian Umum pada malam hari tanggal 16 Desember di Halaman Pondok Bendan dengan pitutur luhur DR. KH. Faiz Sukron Makmun dari Jakarta dan KH Habib Umar Al Muthohar dari Semarang.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan