Siapa Pembunuh Anak Politisi PKS? HP Semua Orang di Rumah Diperiksa

Kasus Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon: Penyelidikan yang Masih Tertunda

Kasus pembunuhan anak dari seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Cilegon, Banten, masih menjadi perhatian masyarakat. MAHM (9 tahun), putra Maman Suherman, ditemukan tewas dengan 22 luka tusukan di rumah mewah Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS). Hingga saat ini, pelaku belum berhasil ditemukan dan penyelidikan terus dilakukan oleh pihak kepolisian.

Pendapat Eks Kabareskrim Polri

Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji, memberikan pandangan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam penyelidikan kasus ini. Menurutnya, pengungkapan pelaku bisa dilakukan dengan menelusuri berbagai aspek, mulai dari pakaian korban hingga hasil visum yang dimiliki penyidik. Ia menilai bahwa luka-luka yang dialami korban bisa menjadi petunjuk penting bagi penyidik.

Susno menyatakan bahwa bekas luka mampu "berbicara" dan memberi gambaran tentang cara pelaku beraksi maupun alat yang digunakan. Ia juga yakin bahwa selalu ada jejak yang tertinggal di tempat kejadian perkara, terlebih di rumah Maman Suherman yang menjadi lokasi pembunuhan.

Pemeriksaan Ponsel Penghuni Rumah

Selain pencarian bukti di TKP, Susno menyarankan agar penyelidikan diperluas dengan memeriksa ponsel milik seluruh penghuni rumah. Melalui pemeriksaan tersebut, penyidik dapat menelusuri kemungkinan adanya percakapan, panggilan, atau rekaman video yang berkaitan dengan peristiwa pembunuhan.

"Nah, selain daripada di TKP juga saya katakan alat bukti elektronik lain yaitu berupa HP. Maka HP yang di rumah itu semua harus diperiksa. HP kakaknya, HP korban sendiri. Kalau korban ini sudah punya HP, HP pembantunya, HP satpam, HP siapa, untuk dibuka semua. Ada enggak pembicaraan atau ada enggak WA. Ada enggak telepon, ada enggak video dan lain-lain yang terkait dengan peristiwa pembunuhan ini," jelas Susno.

Kendala dalam Penyelidikan

Hingga kini, pihak kepolisian belum berhasil menemukan pelaku di balik pembunuhan tragis ini. Kendala utama penyelidikan disebutkan berasal dari tidak berfungsinya CCTV di lokasi kejadian serta kondisi hujan saat peristiwa berlangsung, yang diduga menghapus sejumlah jejak penting.

Polisi juga melakukan pencarian rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Menurut polisi, CCTV yang berada di rumah korban dalam kondisi rusak sejak dua pekan sebelum peristiwa terjadi. Meski demikian, penyidik masih mencari dan memeriksa beberapa saksi terkait kasus ini.

Pernyataan dari PKS

Ketua DPP PKS Bidang Advokasi Partai, Nurul Amalia, menyatakan bahwa ayah korban masih berduka atas tragedi ini. "Ayah korban tentu saja masih berduka karena kehilangan anaknya," ujar Nurul dalam acara Sapa Indonesia Pagi yang tayang di Kompas TV, Senin (22/12/2025).

Lebih lanjut, Nurul menyatakan bahwa PKS terus mengawal dan mempercayakan penanganan kasus kepada pihak kepolisian. "Kami masih mempercayakan kepada penyidik ya, kepolisian yang sudah melakukan penyelidikan sesuai dengan mekanisme."

Proses Pemeriksaan Saksi

Diberitakan sebelumnya, polisi memeriksa delapan saksi dalam rangka mengusut kasus ini. Saksi yang diperiksa berasal dari keluarga korban hingga warga sekitar di lokasi kejadian. "Penyelidik telah meminta keterangan delapan orang saksi yang terdiri dari keluarga korban ataupun kepada orang lain yang ada di sekitar,” kata Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan kepada awak media, Rabu (18/12/2025).

Sigit mengatakan, ayah korban juga termasuk satu pihak yang telah dimintai keterangan terkait kematian MAHM. Selain pemeriksaan saksi, polisi juga melakukan pencarian rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun, fokus penyelidikan tidak sepenuhnya tertuju pada rumah tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan