Sigit Purnomo, Korban Siksorogo Lawu Ultra yang Sering Mendaki Gunung

Lari Siksorogo Lawu Ultra 2025: Dua Peserta Meninggal Dunia

Sosok Sigit Purnomo (45) salah satu korban dalam event lari Siksorogo Lawu Ultra 2025 ternyata dikenal sering mendaki gunung. Ia bahkan bisa dibilang sering mengikuti event lari jarak jauh, dan Siksorogo Lawu Ultra bukanlah yang pertama.

Dewan Pembina Siksorogo Lawu Ultra 2025, Tony Harmoko, menyampaikan bahwa ia mengenal Sigit secara pribadi dan sempat bertegur sapa dengannya di garis start. "Sebelum start baik-baik saja kebetulan sebelum start saya kan ketemu saling tegur sapa. Kan sama-sama kenal. Dan Sigit itu sangat senang. Mau start itu senang," ujar dia.

Menurut Tony, Sigit sempat mengalami masalah fisik saat berada di Km 10 sehingga harus mendapat perawatan medis akibat keram. Setelah kondisinya membaik, Sigit kembali melanjutkan perlombaan sebelum akhirnya pingsan di Km 12. "Pas posisi jalan itu langsung ambruk," terangnya.

Tony menegaskan bahwa Sigit bukanlah pelari pemula. Ia dikenal aktif mengikuti berbagai event lari jarak jauh dan bahkan merupakan seorang pendaki gunung.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Sigit dilaporkan pingsan sekitar pukul 10.44 WIB saat melewati Bukit Cemoro Mitis atau Km 12. PMI dan marshal yang dikerahkan ke lokasi berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

"Korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Evakuasi korban ke RSUD Kabupaten Karanganyar berhasil dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB," jelas PS Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi.

Kategori Fun Run

Meninggalnya dua peserta dalam event lari Siksorogo Lawu Ultra 2025 pada Minggu (7/12/2025) mengejutkan panitia. Kejadian tersebut terjadi pada kategori fun run, yang diharapkan lebih aman dibandingkan kategori ekstrem.

"Dua kejadian ini di luar ekspektasi kami. Sebab ini yang fun run, bukan yang ekstremnya," ujar Ketua Panitia Siksorogo Lawu Ultra 2025, Brilianto, pada Senin (8/12/2025).

Korban diketahui bernama Sigit Purnomo (45) dan Pujo Buntoro (55). Keduanya meninggal saat mengikuti kategori 15 Km. Sigit mengalami serangan jantung saat melewati Km 12, sementara Pujo meninggal karena sesak napas saat melewati Km 8.

"Yang ultra itu 120 km dan 80 km di hari Jumat sudah selesai. Sudah aman, malah yang terjadi di fun run. Hanya satu yang 120 km kena hipotermia, tapi sudah tertangani," jelas Brilianto.

Direktur Acara, Rahmat Septiyanto, menjelaskan bahwa ada perubahan rute dalam pelaksanaan Siksorogo tahun ini. Rute yang digunakan tahun lalu tidak dapat dipakai karena longsor. "Rute tahun sebelumnya ada yang longsor. Maka kami alihkan ke rute yang lebih aman meskipun itu sedikit agak lebih tinggi," bebernya.

Septiyanto memastikan akan melakukan evaluasi setelah kejadian ini. Ia menambahkan bahwa jumlah tenaga medis dan tim evakuasi akan ditingkatkan ke depannya. "Karena tahun ini sebenarnya kami sudah banyak sekali. Kebetulan pesertanya lebih banyak," tutupnya.

Fakta tentang Sigit Purnomo

Sosok Sigit Purnomo sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya ditemukan tewas di Km 12. Fakta tersebut disampaikan langsung oleh pihak terkait.

Korban pertama, Sigit, pingsan sekitar pukul 10.44 WIB saat melewati Bukit Cemoro Mitis (Km 12). Petugas PMI dan Marsal yang dikerahkan untuk memberikan pertolongan tidak dapat menyelamatkan nyawanya.

"Korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Evakuasi korban ke RSUD Kabupaten Karanganyar berhasil dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB," jelas PS Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi.

Korban kedua, Pujo Buntoro, dilaporkan terkapar di Bukit Cemoro Wayang (Km 8) sekitar 11 menit setelah insiden pertama, atau sekitar pukul 10.55 WIB. Pujo mengalami gangguan sesak napas saat berlari dan diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru.

"Sama seperti kasus pertama, petugas yang tiba di lokasi menemukan korban sudah meninggal dunia. Evakuasi oleh tim relawan Siksorogo Lawu Ultra berhasil dilakukan lebih lanjut, dan korban dibawa ke RSUD Kabupaten Karanganyar sekitar pukul 15.30 WIB untuk pemeriksaan lebih lanjut," beber Kasihumas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan