Siklon Serupa Senyar Akan Muncul Awal 2026? Perdebatan Ahli BRIN dan ITB

Ancaman Cuaca Ekstrem Akhir Tahun Masih Menghantui Wilayah Indonesia

Cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir tahun ini masih menjadi perhatian serius. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera setelah munculnya Siklon Senyar menjadi pengingat bahwa potensi bencana serupa bisa terjadi kembali.

Beberapa waktu terakhir, muncul bibit siklon tropis 93S dan beberapa lainnya. Pertanyaannya adalah apakah bibit-bibit tersebut akan berkembang menjadi siklon tropis yang berbahaya?

Pendapat Erna Yulihastin dari BRIN

Prof. Dr. Erma Yulihastin dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa siklon serupa Senyar bisa terjadi pada awal Januari 2026. Menurutnya, model prediksi BRIN menunjukkan adanya potensi kemunculan siklon baru di awal Januari 2026.

Erma melalui akun X @EYulihastin menyebutkan bahwa sistem prediksi KAMAJAYA-BRIN memberikan indikasi adanya potensi landfall siklon di Nusa Tenggara Timur (NTT) antara periode 1 hingga 10 Januari 2026. Sistem ini dirancang untuk membaca potensi cuaca ekstrem hingga enam bulan ke depan, sehingga indikasi awal siklon sudah dapat terdeteksi.

Pendapat Pakar ITB Armi Susandi

Namun, pendapat dari Armi Susandi, pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), berbeda. Ia mengungkapkan bahwa model iklim tidak mampu melihat siklon sejauh itu. Menurutnya, potensi siklon baru seperti Senyar dalam waktu dekat sangat kecil.

Armi menjelaskan bahwa kemampuan model iklim global hanya mampu memprediksi kondisi secara akurat hingga lima hari ke depan. Prediksi hingga dua pekan masih bisa dibuat, tetapi dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Dinamika atmosfer di Indonesia bisa berubah dalam hitungan satu hari.

Dengan logika itu, jika dihitung pada 12 Desember, model hanya bisa memprediksi sampai 26 Desember. Armi juga mengungkap bahwa sekitar lima hari lalu ia memantau tiga bibit siklon di selatan Indonesia yang diperkirakan tumbuh pada 16 Desember. Namun, hingga Jumat (12/12/2025), hanya tersisa dua bibit.

Yang Pasti adalah Cuaca Ekstrem

Meskipun Armi menilai bahwa kemungkinan terbentuknya siklon sangat kecil, ia tetap memperingatkan bahwa hujan ekstrem akan melanda berbagai wilayah.

Menurutnya, meski siklon kurang mungkin terbentuk, cuaca ekstrem sangat mungkin terjadi. Wilayah Jawa Barat hingga NTT bisa mengalami hujan selama 3 hingga 9 jam. Peringatan ini penting agar masyarakat waspada dan siap menghadapi potensi bencana yang bisa muncul kapan saja.

Kesimpulan

Meski ada perbedaan pandangan antara para ahli, satu hal yang pasti adalah ancaman cuaca ekstrem tetap menjadi perhatian serius. Masyarakat harus tetap waspada dan memperhatikan informasi cuaca dari sumber terpercaya. Dengan demikian, langkah-langkah pencegahan bisa diambil agar dampak bencana dapat diminimalkan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan