
Sindikat Maling Motor Bersenjata Api Beraksi di Gresik
Sebuah sindikat pencuri sepeda motor yang menggunakan senjata api kembali membuat heboh wilayah Kabupaten Gresik. Aksi mereka terjadi dalam waktu singkat, hanya tidak lebih dari 5 menit, namun dampaknya sangat signifikan bagi para korban.
Dari laporan awal, kejadian ini terjadi di tiga lokasi berbeda. Dua kejadian terjadi di Kecamatan Kebomas dan satu lagi di Kecamatan Kota. Para pelaku dikenal memiliki modus yang cukup serupa, yaitu dengan mengendarai dua sepeda motor sekaligus dan mencari target di area kost atau perumahan.
Salah satu korban yang melaporkan kehilangan motornya adalah Ariyanto, seorang warga asli Banjarnegara yang tinggal di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas. Pria berusia 41 tahun ini kehilangan Honda PCX bernopol B 3372 UHY. Kejadian itu terjadi pada malam hari, dan keesokan harinya ia terkejut karena motornya sudah raib tanpa jejak.
Dari rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi bahwa para pelaku beraksi sekitar pukul 3.00 WIB. Selain menggunakan alat khusus untuk membobol kendaraan, mereka juga terlihat membawa senjata api saat melakukan aksinya. Hal ini menunjukkan bahwa sindikat ini tidak hanya sekadar mencuri, tetapi juga bersiap menghadapi kemungkinan tindakan tegas dari korban atau petugas.
Tim Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik telah melakukan penyelidikan terhadap tiga laporan kejahatan yang masuk. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa para pelaku jumlahnya lebih dari satu orang. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, polisi menemukan bahwa jumlah pelaku mencapai empat orang.
- DPO (Daftar Pencarian Orang) telah ditetapkan terhadap empat orang tersebut.
- Para pelaku juga kedapatan membawa senjata api saat melakukan aksinya.
- Dugaan sementara menyebutkan bahwa sindikat ini berasal dari Madura dan tergabung dalam jaringan curanmor yang cukup besar.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan, menjelaskan bahwa total ada tiga sepeda motor yang dicuri oleh komplotan ini. Ia juga menekankan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, dan tidak menutup kemungkinan pelaku akan beraksi di wilayah lain.
Polisi meminta masyarakat untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan para pelaku. Mereka juga berharap adanya kerja sama dari masyarakat agar bisa segera menangkap para pelaku dan mengembalikan barang-barang yang hilang.
Sampai saat ini, polisi masih terus memburu para pelaku dan melakukan pengembangan kasus. Mereka juga sedang memeriksa kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar